Skip to main content

Perjuangan Kuliah Online Selama PSBB, Tidak Semudah yang Dibayangkan

Perjuangan Kuliah Online Selama PSBB, Tidak Semudah yang Dibayangkan

Saya itu pernah memiliki harapan semua kegiatan semasa kuliah menjadi serba online. Ternyata hal ini terkabul, tapi tidak semudah yang saya bayangkan.

Meskipun kuliah online, setidaknya ada sesi tatap muka untuk pembahasan detail terkait materi kuliah yang akan disampaikan dan nilai tugas yang didapatkan hingga perhitungan nilai akhir semester.

Di semester ini rasanya menjadi kegiatan belajar mengajar tersulit masa pandemi covid-19. Saya yakin, teman-teman mahsiswa lainya maupun dosen juga mengalami hal yang sama. 

Kampus

Tidak semua kampus siap akan hal ini, karena harus memberikan materi pembelajaran secara online. Kalaupun materi belajar secara online ini harus diadakan, apakah server kuat ketika harus menampung traffik ribuan mahasiswa dalam satu waktu? Tentunya akan ada masalah server disini. 

Iya, materi kuliah bisa didownload dan dibaca secara online di halaman user mahasiswa. Bagi yang telah memiliki sistem yang bagus. Tapi bagi yang tidak, tentunya para dosen akan mengirimkan materi tersebut melalu email. 

Menyiapkan fasilitas untuk dosen dan mahasiswa dengan langkah segera. Tidak ada waktu untuk menguji coba, semua sistem harus siap digunakan dalam aktifitas belajar mengajar dalam waktu yang singkat. Entah upgrade server, atau falisitas lainya.

Dosen 

Betapa sulitnya menjaga amanah, agar mahasiswa memahami setiap materi pelajaran yang seharusny bertatap muka diharuskan menjelaskan secara online. 

Dengan tatap muka saja, belum tentu mahasiswa memahami materi kuliah yang disampaikan, apalagi secara online. 

Belum lagi menyiapkan materi tugas, dan video conference bersama 40 mahasiswa bahkan lebih setiap harinya. Tentunya dosen memiliki jadwal lebih dari 1 dalam sehari. 

Para dosen juga harus modal kuota, entah dari mana biaya tersebut. Apakah diberikan fasilitas dari kampus, atau tidak? Andaipun ada kampus yang memberikan fasilitas tersebut, apakah semua kampus seperti itu?

Kadang ada juga yang mengerti kondisi, dosen memberikan tugas kelompok sehingga nilai tugas diambil dari nilai kelompok tersebut. Agar mahasiswa yang tidak bisa mengikuti kuliah online karena keterbatasan kuota internet, bisa tetap mendapatkan nilai dari tugas kelompok.

Karena setiap mahasiswa dapat berdiskusi via chat untuk mengerjakan tugas, lebih hemat kuota dibandingkan harus video call. Nilai mata kuliah mungkin murah sebagian orang, tapi ini adalah nyawa bagi mahsiswa untuk dapat mengikuti semester selanjutnya atau kelulusan disemester tersebut.

Mahasiswa

Berapa banyak sih mahasiswa yang memiliki pekerjaan tetap selama kuliah? Dalam satu kelas, mungkin ada sebagian dari jumlah mahasiswa yang bekerja. Sebagian lainya menganggur atau terkena dampak karyawan yang dirumahkan. 

Kuliah online membutuhkan biaya, terlebih untuk conference. Sehingga ada mengeluh karena keterbatasan kuota data internet. Dengan segaja tidak mengikuti kelas, tapi tetap aktif mengerjakan tugas. Padahal kegiatan absensi dan tugas itu ada nilainya. 

Bayang-bayang IPK rendah, mungkin menjadi menakutkan bagi sebagian mahasiswa kadang ada yang cuek. Bagaimana tidak? Nilai rendah dalam mata kuliah, kamu harus mengikuti her, dan HER itu bayar. 

Terlebih jika masih gagal dalam her, kamu harus mengulang selama 1 semester dalam mata kuliah tersebut. Nambah biaya kuliah lagi deh. Tapi mau bagaimana lagi? Memang begini kondisinya dan harus di jalani dengan ikhlas. 

Entah bagaimana nasib skripsi dalam situasi semacam ini, semoga saja yang sedang menjalinya dimudahkan dalam pembuatan skripsi dan lulus dengan nilai terbaik.

Kita Semua Harus Kuat

Memang dalam kondisi seperti ini, kita tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti prosedur belajar mengajar secara online. Tetap ikhlas menjalani proses belajar, dan mandiri membaca materi dan tugas yang diberikan. 

Tidak hanya kamu saja yang merindukan kegiatan di kampus dan bercanda bersama teman-teman maupun dosen didalam kelas. 

Tapi yakinlah, bahwa kerinduan tersebut akan terbayarkan setelah pademi dan program PSBB ini selesai. 

Penutup Cerita

Ini hanya sekedar curhat saya, mungkin juga teman-teman mahasiswa dan dosen diluar sana yang sedang berjuang untuk tetap mengikuti prosedur belajar mengajar secara online. 

Semoga dari keihlasan melakukan kegiatan tersebut, akan membuahkan hasil yang memuaskan dan membahagiakan kita semua. Amin...
Comment Policy: Silahkan ketik kolom komentar dibawah ini, sesuai dengan topik pembahasan. Hubungi saya di halaman kontak jika ada kritik dan saran. Terima kasih.
Buka Komentar
Tutup Komentar