Skip to main content

Jenis-Jenis Algoritma Pemrograman

Jenis-Jenis Algoritma Pemrograman

Pertemuan minggu lalu saya mendapatkan pembelajaran terkait jenis-jenis algoritma dalam pemrograman. Saat ini sudah ada 100+ jenis bahasa pemrograman yang digunakan dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan fungsinya dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Maka dari itu tak jarang jika semakin banyak orang yang mencoba untuk mempelajari setiap algoritma yang ada dan menerapkan pada bahasa pemrograman yang sesungguhnya. Tak hanya itu saja, setiap orang membuat langkah program yang terbilang unik. Wajar saja, karena pemikiran masing-masing orang berbeda sehingga menghasilkan sebuah program yang unik.

Kreatifitas serta kemajuan perkembangan teknologi inilah yang memberikan dorongan terbentukan jenis bahasa pemrograman yang baru, namun tetap menggunakan dasar-dasar pemrograman yang sama.

Bagi kamu yang ingin mempelajari suatu bahasa pemrograman serta ingin melakukan pengembangan, hal yang paling dasar dan perlu untuk dipahami yaitu mempelajari detail algoritma pemrograman.

Agar dapat memahami dasar pemrograman menggunakan algoritma pemrograman terkait bagaimana cara penulisan algoritma pemrograman tesebut, yuk simak ulasan jenis-jenis algoritma pemrograman dibawah ini.

Mempelajari sistem perhitungan atau matematika maupun ilmu komputer dan jaringan, algoritma memiliki fungsi yang kurang lebih hampir sama sebagai sistem perencana urutan maupun proses dari perhitungan dalam menyelesaikan setiap masalah berdasarkan langkah-langkah yang tepat.

Bisa dikatakan bahwa algoritma pemrograman merupakan salah satu langkah yang dibuat sebagai langkah penyelesaian masalah dari pemrograman.

Dalam mengimplementasikan bahasa pemrograman, hal yang paling penting dalam membuat suatu program yaitu penggunaan logikat untuk memperhitungkan langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah dengan proses yang cepat dan tepat.

Jenis-Jenis Algoritma pemrograman


Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis algoritma pemrograman berdasarkan fungsi, yaitu:

Divide and Conquer

Paradigma dalam membagi setiap permasalahan besar menjadi beberapa masalah kecil yang lebih detail. Pembagian masalah ini dapat dilakukan secara berulang dan terus menerus hingga pada bagian masalah kecil masing-masing dapat diselesaikan dengan mudah.

Singkatnya dalam menyelesaikan sebuah masalah besar, dan membagi masalah-masalah tersebut menjadi bagian kecil yang dikelompoknya. Sehingga tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Dynamic programming

Paradigma dalam pemrograman dinamik akan sangat tepat jika digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah yang memiliki sub kategori yang optimal, serta memiliki beberapa masalah yang double atau tumpang tindih.

Paradigma ini memang sekilas seperti paradigma Conquer dan Devide, yang sama-sama mencoba untuk membagi setiap permasalahan menjadi sebuah sub kategori masalah yang lebih kecil. Namun secara intrinsik ada yang menjadi pembeda dari setiap permasalahan dengan karakter tertentu.

Sistem Flowchart

Sistem ini digambarkan dalam bentuk diagram alir yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan sebagai langkah proses pengolahan serta memiliki hubungan antar peralatan yang ada.

Sistem Flowchart tidak digunakan dalam menggambarkan urutan bagian-bagian langkah penyelesaian masalah, namun hanya memiliki fungsi sebagai penggambaran prosedure yang terbentuk dalam sebuah sistem.

Pseudo Code (Kode Semu)

Jenis algoritma pemrograman pseudocode ini merupakan sebuah metode yang terbilang cukup efisien dalam menggambarkan setiap langkah program.

Pseudocode dituliskan dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami manusia, karena penggunaanya dibolehkan menggunakan bahasa Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar mudah dipahami setiap alur logika oleh orang yang awam terkait pemrograman.

Flowchart pseudocode dirangkai dengan maksud serta tujuan untuk menggambarkan setiap langkah proses penyelesaian suatu masalah menggunakan gambar dan teks. Namun sayangnya, metode ini terbilang masih memiliki kelemahan, dimana setiap penyusunan algoritma dengan pseudocode sangat dipengaruhi oleh penyusun proses tersebut. Terkadang memang cukup sulit untuk dipahami oleh orang lain, karena sangat bergantung pada gaya bahasa yang dituliskan.

Maka dari itu algoritma pemrograman dikembangkan lagi dengan metode lain yang lebih mudah dipahami, dengan cara menggambarkan algoritma pemrograman menggunakan flowchar atau diagram alir. Demikian ulasan jenis-jenis algoritma pemrograman, semoga dapat menambah wawasan kamu dalam mempelajari bahasa pemrograman.
Comment Policy: Silahkan ketik kolom komentar dibawah ini, sesuai dengan topik pembahasan. Hubungi saya di halaman kontak jika ada kritik dan saran. Terima kasih.
Buka Komentar
Tutup Komentar