Skip to main content

follow us

Mengenal Lebih Dekat Spesialisasi Dokter Gigi


Bulan kemarin saya berkunjung ke dokter gigi, karena rasa penasaran saya kenapa jasa dokter gigi itu mahal. Sehingga rasa penasaran saya mencari informasi di internet, kenapa menggunakan konsultasi dokter gigi itu terbilang cukup mahal.

Untuk orang awam seperti saya ini, memang tidak hafal betul spesialisasi apa saja yang ada pada bidang kedokteran, terlebih dokter gigi. Karena ketidaktahuan saya tentang spesialisasi yang ada pada bidang pelayanan dokter gigi, saya pun berusaha mencari referensi selengkap mungkin.

Mengutip dari berbagai sumber di internet, ternyata dokter gigi spesialis merupakan dokter gigi yang memiliki keahlian khusus dalam bidang keilmuan di kedokteran gigi tertentu.

Seorang dokter gigi umum harus mendapatkan pendidikan khusus dengan gelar sarjana kedokteran gigi (SKG).

Belapa lama untuk menempuh pendidikan? Kurang lebih selama  semester. Itupun harus melakukan kerja praktik atau pendidikan tambahan selama kurang lebih 2 tahun. Setetelah bidang keilmuanya teruji, dokter gigi baru bisa mendapatkan gelar dokter gigi (Drg).

Menuju tingkat selanjutnya, dokter gigi harus mempuh pendidikan profesi lagi menjadi dokter gigi spesialis (PPDGS). Ini merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari pendidikan dokter gigi umum dan harus dilewati oleh semua dokter gigi.

Spesialisasi Dokter Gigi yang Ada di Indonesia


Ternyata dalam hidup itu memang sebuah ujian, dan banyak pelajaran yang harus kita ambil untuk menjadi ahli dalam bidangnya. Dari sini saya menyadari, wajar saja jika jasa pelayanan dokter gigi cukup mahal.

Berikut ini adalah spesialisasi dokter gigi yang ada di Indonesia: 

1.Spesialis Bedah Mulut (SpBM). 

Pendidikan yang harus ditempuh oleh dokter gigi spesialis bedah mulut, perlu belajar selama kurang lebih 10 semester. 5 tahun lamanya, untuk menjadi seorang dokter gigi profesional. Keahlian yang harus dimiliki oleh dokter SpBM ini, yaitu memiliki keahlian dalam bedah rahang, operasi gigi bungsu, penanaman implan gigi, operasi tumor, bedah sendi rahang, bedah koreksi asimetri wajah, dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Aplikasi Konsultasi Dokter Spesialis Online

2. Spesialis Kedokteran Gigi Anak (SpKGA). 

Untuk menjadi dokter gigi spesialis gigi anak, ternyata harus menempuh pendidikan 5 semester. Keahlian dokter SpKGA ini yaitu mampu menangani masalah kesehatan gigi pada anak, serta mampu melakukan pendekatan kepada pasien anak sehingga anak tidak mengalami trauma untuk pergi ke dokter. Pekerjaan yang sangat rumit bukan? Karena menangani anak-anak sudah seharusnya seorang dokter harus sabar dalam menangani setiap sikap anak yang berbeda-beda tentunya. 

3. Spesialis Konservasi Gigi (SpKG). 

Keahlian yang dimiliki oleh dokter gigi SpKG yaitu memberikan pencegahan serta perawatan gigi berlubang, melakukan perawatan gigi yang sudah mencapai infeksi pada pembuluh darah dan ruang saraf serta merawat gigi berlubang karena infeksi tersebut. gigi avulsi, pemutih gigi interna dan eksterna, lesi karies radiasi, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan izin praktek ini, seoran dokter gigi SpKG harus menempuh pendidikan dalam bidangnya kurang lebih selama 5 semester.

4. Spesialis Ortodonsia (SpOrt). 

Keahlian yang dimiliki oleh dokter SpOrt ini yaitu mampu melakukan diagnosa kelainan perkembangan dan pertumbuhan gigi yang tidak wajar, serta mampu memebrikan solusi melalui upaya preventif, kuratif, dan interseptif baik itu secara non bedah maupun bedah, tindakan perawatan gigi ini berfungsi untuk menormalkan kembali proses pengunyahan pada gigi. Untuk memiliki kemampuan tersebut, seorang dokter SpOrt harus menempuh pendidikan kedokteran selama 5 semester lamanya. 

5. Spesialis Penyakit Mulut (SpPM). 

Pendidikan yang ditempuh untuk menjadi seorang dokter gigi spesialis penyakit mulut perlu 5 semester lamanya. Keahlian yang wajib dimiliki oleh seorang dokter SpPM yaitu mampu melakukan perawatan kesehatan mulut pasien kompromis medik dan mendiagnosis serta dapat mengatasi non bedah pada penyakit atau kelainan yang mengenai regio mulut dan sekitarnya.

Dokter SpPM juga memiliki keahlian dalam mengatasi perawatan sariawan yang tak kunjung sembuh, perawatan luka, dan tonjolan pada jaringan lunak mulut yang dikarenakan terdapat sumber berbagai macam penyakit sistemik yang merupakan salah satu salah satu contoh keahlian SpPM. Agar seorang dokter dapat memiliki keahlian tersebut, perlu menempuh pendidikan di bidang kedokteran spesialis penyakit mulut kurang lebih 5 semester.  

6. Spesialis Prostodonsia (SpPros). 

Seorang dokter gigi spesialis prostodonsia harus menempuh pendidikan kurang lebih 5 semester. Keahlian yang akan dipelajari dan didapatkan seorang dokter SpPros yaitu mampu membuat restorasi pada gigi asli atau pengganti gigi yang hilang beserta jaringan lunak pada rongga mulut dan maksilofasial dengan bahan pengganti buatan antara lain pembuatan veneer, lepasan, gigi tiruan cekat, pemasangan implan gigi, perawatan gangguan sendi rahang, dan lain sebagainya.

7. Spesialis Periodonsia (SpPerio). 

Menjadi dokter spesialis peridonsia, perlu menempuh pendidikan medis selama 5 semester. Keahlian yang dimiliki oleh seorang dokter SpPerio yaitu dapat melakukan perawatan gigi pasien antara lain menghilangkan karang gigi, perawatan jaringan pendukung gigi, gusi meradang, gigi goyang, gusi berdarah, bedah periodontal dan lain sebagainya.

Baca Juga : Cara Membatalkan Donasi

8. Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG). 

Keahalian yang dimiliki oleh seorang dokter SpRKG yaitu dapat menganalisa dan menginterprestasikan gambaran pada radiologi gigi. Pendidikan dokter gigi SpRKG ini perlu menempuh pendidikan kurang lebih selama 5 semester.

Tentunya sekarang sudah tidak penasaran lagi kenapa dokter gigi itu mahal, bahkan untuk sekedar konsultasi aja bayar. Harganya pun cukup bervariasi, untuk konsultasi saja bisa dimulai dari harga puluhan hingga ratusan ribu per jamnya.

Dan kita juga harus memahami membaca tambahan gelar dokter gigi spesialis di belakang namanya. Tak perlu takut lagi datang ke dokter gigi spesialis, karena mereka sudah mendapatkan pendidikan sesuai dengan bidangnya. Semoga bermanfaat, dan terima kasih telah berkunjung...

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Baca Juga : Panduan informasi menghentikan autodebet bank bri, bank mandiri, dan bank bca. cara berhenti donasi unicef
Buka Komentar