Karakter Utama Menguasai Kekuatan Cheat System yang Memecah Dunia
Kalau kamu pernah mendengar cerita fantasi di mana protagonis bangkit dari bawah dan menjadi paling kuat karena suatu perangkat atau sistem ajaib—itu bukan lagi hanya mimpi pembaca manhwa saja. Tren cerita seperti itu sedang menguat pesat di platform bacaan online global; dan bukan hanya satu judul yang mendapatkan perhatian, tetapi seluruh genre yang memanfaatkan konsep “cheat system” sebagai pemasok utama daya tariknya.
Fenomena ini bermula dari minat besar pembaca pada narasi power fantasy—cerita di mana tokoh utama tidak hanya bereinkarnasi atau berpetualang, tetapi mendapatkan keunggulan luar biasa sejak dari awal. Dalam konteks become the strongest hero through the cheat system, tema utama adalah: apa yang terjadi jika seorang karakter dikaruniai sistem cheat yang memberinya kemampuan di luar nalar, dan bagaimana itu memengaruhi statusnya sebagai pahlawan? Pertanyaan semacam ini jelas punya resonansi kuat dengan keinginan pembaca akan perkembangan cepat dan pemberdayaan protagonis yang terasa intens dan memuaskan. Latar belakangnya sendiri bukan sekadar hiburan: tren ini menggambarkan gambaran modern tentang ambisi, harapan akan peluang kedua, dan terkadang kecanduan akan kemajuan instan dalam dunia yang kompetitif. (L'Univers Otaku)
Salah satu contoh yang sering disebut dalam ulasan genre ini adalah manhwa Become the Strongest Hero Through the Cheat System. Cerita ini menempatkan protagonis bernama Enric, seorang pemuda yang tiba‑tiba mendapatkan artefak misterius yang disebut Boundless Ring, yang memicu kekuatan luar biasa dalam dirinya. Artefak ini bukan sekadar item biasa; ia memicu cheat system yang memberikan peningkatan kemampuan yang jauh di atas rata‑rata, melampaui batasan normal cerita fantasi. Enric kemudian dihadapkan pada sebuah tantangan besar: ia harus mengalahkan Raja Beastmen dalam waktu satu tahun—sebuah tugas yang tampak mustahil bagi karakter biasa. Tekanan dari waktu dan intensitas konflik segera memberi dampak emosional yang kuat kepada pembaca. (L'Univers Otaku)
Di balik premis itu, pembaca menemukan elemen yang lebih kompleks daripada sekadar peningkatan kekuatan. Cerita ini menyentuh tema besar seperti tanggung jawab moral yang datang bersama kekuatan besar, dan pertanyaan filosofis tentang apa artinya menjadi seorang pahlawan jika kekuatan itu tidak dihasilkan melalui kerja keras semata. Ketika Enric naik level dengan bantuan sistem cheat, pembaca diajak mempertanyakan: apakah kemenangan yang diperoleh melalui keuntungan semacam ini benar‑benar mencerminkan kekuatan karakter tersebut, atau hanya sebuah ilusi? Interaksi semacam ini dengan pembaca menunjukkan bahwa cerita seperti ini bukan sekadar power fantasy biasa, tetapi juga sebuah refleksi naratif tentang kekuatan, etika, dan arti perjuangan. (L'Univers Otaku)
Part dari tren ini juga menunjukkan dampak luas genre cheat system dalam industri konten digital, terutama di webtoon dan manhwa Korea. Tidak main‑main: menurut laporan Korea Creative Content Agency, genre yang melibatkan konsep semacam ini mencakup hampir 22% pasar digital pada tahun 2023, angka yang sangat besar untuk sebuah tren naratif. Hal itu menunjukkan bahwa pembaca global tidak hanya sekadar mencari cerita—mereka mencari perjalanan protagonis yang dipercepat, perubahan nasib dramatis, dan pengalaman membaca yang intens dalam tempo cepat. (L'Univers Otaku)
Reaksi komunitas pembaca terhadap Become the Strongest Hero Through the Cheat System pun beragam. Di forum diskusi seperti Reddit, beberapa pembaca memuji jalan cerita yang cepat dan sensasi “leveling up” yang memuaskan, sementara kritik lain menyebutkan beberapa kekurangan seperti gaya seni yang terasa mirip dengan judul populer lain atau penggunaan tropes yang familiar. Ada pembaca yang menilai keseluruhan cerita menarik dan layak diikuti, dan ada pula yang merasa judul ini masih perlu lebih berinovasi untuk benar‑benar muncul dari bayang‑bayang karya besar seperti Solo Leveling. (Reddit)
Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi pada satu judul saja. Istilah cheat skill juga muncul di judul lain yang cukup populer, seperti I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too, sebuah pekerjaan naratif Jepang yang berhasil menarik perhatian jutaan pembaca dan penonton. Cerita ini berkisah tentang seorang siswa bernama YĆ«ya yang menemukan portal ke dunia lain dan memperoleh kemampuan super yang memengaruhi kehidupannya di kedua dunia. Novel ini telah dibukukan dan diadaptasi ke anime, dengan special terbaru yang dijadwalkan tayang pada Maret 2026. Adaptasi ini menunjukkan bahwa tema cheat system bukan sekadar tren kecil, tetapi telah merambah ke media yang lebih luas—anime, manga, light novel, dan tentu saja basis pembaca yang lebih besar. (Final Weapon)
Adaptasi ke anime juga menandai pergeseran paradigma naratif dimana karakter yang awalnya lemah atau diremehkan bukan lagi underestimated hero biasa, tetapi protagonis yang mampu meraih puncak kekuatan melalui suatu sistem yang tampaknya tidak sepenuhnya adil. Pembaca dan penonton kini dihadapkan pada sensasi progression fantasy yang menawarkan kepuasan instan namun juga tantangan naratif yang baru, seperti pertanyaan tentang etika kekuasaan atau dampak psikologis dari menjadi terlalu kuat. (Final Weapon)
Meski begitu, kritik terhadap genre ini pun berkembang. Sebagian pembaca merasa bahwa ketika cerita terlalu mengandalkan cheat system untuk memajukan karakter utama, itu bisa membuat konflik menjadi kurang bermakna. Jika setiap rintangan teratasi hanya karena protagonis memiliki keuntungan dramatis dari sistem, maka perjuangan itu sendiri dapat kehilangan intensitasnya. Pandangan ini muncul dari diskusi komunitas yang lebih luas tentang bagaimana cheat system harus ditangani dalam cerita sehingga tetap memberikan kepuasan emosional tanpa membuat protagonis terasa terlalu “mudah” dalam perjalanan mereka. (Reddit)
Keterlibatan pembaca dalam diskusi‑diskusi ini menunjukkan bahwa genre ini memang jauh dari sekadar hiburan ringan; ia menimbulkan pembicaraan serius tentang struktur naratif, world‑building, dan cara penulis memainkan aturan permainan mereka sendiri. Pembaca yang menikmati tantangan strategis bahkan terkadang menganggap cheat skill yang digunakan karakter sebagai sesuatu yang merusak tension naratif jika tidak ditangani dengan baik — karena kekuatan instan bisa melemahkan rasa pencapaian yang biasanya diperoleh melalui perjuangan panjang. (Reddit)
Namun sisi positifnya: genre ini memberi pembaca sesuatu yang segar dalam dunia fantasi yang sering kali berulang motifnya. Dengan cara menyuguhkan progresi yang cepat dan tujuan yang jelas, judul‑judul semacam Become the Strongest Hero Through the Cheat System dan I Got a Cheat Skill in Another World… berhasil menciptakan pengalaman membaca yang seru dan immersive. Pembaca merasa seolah ikut level up bersama tokoh utama, merasakan ketegangan tantangan, dan ikut melakukan perhitungan strategis ketika menghadapi musuh. (L'Univers Otaku)
Kalau kamu penggemar cerita dengan karakter protagonis yang cepat berkembang, pertarungan epik, dan dunia naratif yang kompleks, tren cheat system jelas layak menjadi perhatian. Itu bukan hanya soal kekuatan instan semata—itu soal bagaimana cara penulis membangun konflik, membentuk dunia baru, dan mengeksplorasi tema besar seperti kekuasaan, tanggung jawab, serta tujuan hidup tokoh utama. Di era di mana pembaca semakin haus akan konten yang intens namun cepat berkembang, tren ini terus tumbuh dan terus menjadi perbincangan hangat di seluruh komunitas pembaca internasional. (L'Univers Otaku)
Tags : manhwa, power fantasy, cheat system, isekai, anime adaptation