Definisi, Tipe, dan Cara Kerja Bearing
Dalam dunia engineering tentunya kamu perlu mengetahui terkait bearing. Saya akan berbagi ulasan prinsip kerja bearing yang barusan saya pelajari.
Mari belajar bersama terkait prinsip kerja bearing yang dimulai dari definisi bearing dan bagaimana cara kerja sebenarnya bearing tersebut.
Apa itu Bearing ?
- Kehalusan dari metal balls maupun roller.
- Kahalusan inner surface dan outer surface, yang digunakan untuk menekan daya gelindingan dari balls atau roller.
Kita buat contoh misalnya sebuah motor listrik yang terhubung dengan pulley terlihat pada gambar dibawah ini. Terlihat bahwa yang sistem kerja yang terjadi memiliki beban radial, karena beban tersebut hanya timbul pada bagian ketengangan belt sehingga menjadi penyebab munculnya sebuah gaya tarik menarik antar pulley.
Pada contoh kedua yaitu ketika seseorang duduk pada suatu tempat atau kursi yang memungkinkan dapat berputar. Bearing pada kursi tersebut merupakan sebuah beban thrust yang ditimbulkan dair beban orang yang berada di atas kursi tersebut.
Tipe-Tipe Bearing
Kemudian ada beberapa tipe bearing yang bisa kamu gunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhanya. Berikut ini beberapa tipe bearing dan prinsip kerja masing-masing tipe bearing.
- Ball Bearing - Pada kehidupan sehari-hari jenis bearing ini sering digunakan pada alat-alat bermotor. Cara kerja ball bearing ini yaitu beban di salurkan melalui outer surface ke bagian balls kemudian balls akan salurkan kembali ke outer outface yang bertekanan kecil sehingga dapat membatu bearing dapat berputar cepat dan konsisten. Namun jenis ball bearing ini cukup rentan dengan beban atau tekanan yang lebih besar.
- Roller Bearing - Penggunaanya biasanya untuk roller conveyor yang dimana cara kerjanya digunakan untuk menerima beban radial yang cukup besar. Roller Bearing ini berbentuk silinder sehingga terdapat kotak antar outer surface dengan inner surface menjadi lebih banyak dibandingkan dengan tipe ball bearing yang berbentuk sphere. Maka dari itulan roller bearing ini mampu mendapatkan tekanan beban yang lebih besar dibandingkan penggunaan ball bearing dalam menerima beban. Akan tetapi roller bearing ini tidak dapat menerima tekanan beban thrust yang terlalu besar, selain itu roller bearing memiliki sebuah lain yaitu needle bearing.
- Ball Thrust Bearing - Impelemtasi para alat yang membutuhkan bearing yang mampu bertahan pada putaran rendah serta tidak mampu menahan tekanan atau beban radial yang besar. Misalnya saja penggunaanya untuk perputaran meja makan yang bisa diputar bagian atasnya.
- Roller Thrust Bearing - Dari penggunaanya sendiri, bearing ini dimanfaatkan untuk mengatasi beban thrust yang besar. Misalnya implementasi pada mesin housing, gearbox transmisi mobil, helical gear, rotating shaft, dan lain sebagainya.
- Tapered Roller Bearing - Jenis bearing ini didesain untuk mengatasi beban radial yang cukup besar dan juga bisa digunakan untuk mengatasi beban thurst yang besar.
