Skip to main content

follow us

Tak Pernah Diingatkan Makan Kekasihnya, Gadis ini Melaporkanya Kepada Pihak yang Berwajib Atas Dasar Percobaan Pembunuhan




Tak pernah diingatkan makan oleh kekasihnya, seorang gadis melaporkan kekasihnya di desa suka micin ke kantor polisi dengan tuntutan pasal pembunuhan berencana.

HAHA (22) dilaporkan ke polisi oleh kekasihnya sendiri HIHI (19) pada Senin, 17/9/2018 dikarenakan merasa di bunuh secara perlahan oleh kekasihnya.

"Biasanya dia (HAHA) hampir setiap hari mengingkatkan saya untuk makan, pada waktu pagi siang dan sore. Dia menyampaikan pesan via telfon, sms, BBM,WA, LINE, kadang juga lewat TIKI, JNE, Pos Indonesia. Tak jarang juga mengirim pesan via COD. Tapi sudah seminggu terakhir dia tidak pernah meningkatkan saya untuk makan, sepertinya ia meninginkan saya mati secara perlahan karena kelaparan. dan itu sepertinya sudah direncanakan", kata HIHI

HAHA dicyduk aparat kepolisian pada Senin malam waktu setempat ketika jualan ikan tenggelam di dekat toilet umum pusat kota.

Pemuda tampan tersebut tak dapat berkutik, pada saat anggota kepolisian mencyduknya dengan penuh kasih sayang dan menjuglingnya ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan sementara tersebut, HAHA mengaku tidak ingin membunuh kekasihnya, lantaran ia memiliki alasan kuat karena sedang sibuk.

"Saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk membunuh kekasih saya sendiri, saya sibuk jualan ikan tengelam jadi tidak ada waktu untuk mengingkatkan pacar saya untuk makan. Tolong deh pak polisi percaya sama saya.. Saya gak bersalah", tutur HAHA saat dimintai keterangan di kantor polisi sambil ngupil pakai jempol kaki.

Hal tersebut dibenarkan oleh AKBP 48 Aitakata Oi..Oi..Oi. Menurutnya hukuman yang diberikan kepada HAHA bisa lebih ringan asal pemuda ganteng tersebut mau diajak kerjasama.

*) Hanya untuk hiburan

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info