Mengelola Docker Container dengan Portainer secara Efisien

Mengelola Docker Container dengan Portainer secara Efisien

Portainer adalah platform manajemen container berbasis web yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan Docker dan container orchestration. Portainer mendukung berbagai environment seperti Docker Standalone, Docker Swarm, Nomad, dan Kubernetes, sehingga banyak digunakan oleh DevOps Engineer, System Administrator, dan Cloud Engineer.

Portainer tersedia dalam dua versi utama, yaitu Community Edition (CE) untuk penggunaan umum dan Business Edition (BE) untuk kebutuhan enterprise dengan fitur keamanan dan manajemen lanjutan.

Keunggulan Portainer untuk Manajemen Docker

Menggunakan Portainer memberikan banyak manfaat dalam pengelolaan container, antara lain:

  • Antarmuka web yang intuitif untuk Docker

  • Deploy dan manage container tanpa command line kompleks

  • Monitoring container, image, volume, dan network

  • Manajemen multi-host Docker dari satu dashboard

  • Cocok untuk VPS, cloud server, dan production environment

Environment yang Digunakan

Pada tutorial ini, environment yang digunakan adalah:

  • VPS Ubuntu 20.04

  • Docker Engine versi 20.10

  • Portainer Community Edition versi 2.13

Install Portainer Server di Docker

Sebelum menginstall Portainer, pastikan Docker sudah terinstall dan berjalan di server.

Membuat Docker Volume untuk Portainer

Volume digunakan untuk menyimpan data dan konfigurasi Portainer secara persisten.

docker volume create portainer_data

Menjalankan Container Portainer

docker run -d \ -p 8000:8000 \ -p 9443:9443 \ --name portainer \ --restart=always \ -v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock \ -v portainer_data:/data \ portainer/portainer-ce:latest

Penjelasan singkat:

  • Port 9443 digunakan untuk dashboard web Portainer

  • Docker socket di-mount agar Portainer dapat mengelola Docker Engine

  • Volume portainer_data menyimpan database Portainer

Verifikasi Container Portainer

docker ps

Jika container portainer berstatus Up, maka Portainer Server telah berjalan dengan baik.

Initial Setup Portainer

Akses Portainer melalui browser:

https://ServerIP:9443

Pada akses pertama, buat username dan password administrator untuk Portainer.

Jika halaman tidak langsung terbuka dan mengalami timeout, restart container Portainer.

docker stop portainer docker start portainer

Setelah login berhasil, Anda akan melihat Portainer Dashboard.

Mengenal Docker Environment di Portainer

Environment local menunjukkan Docker Engine yang berjalan di server yang sama dengan Portainer Server.

Untuk melihat daftar container:

  • Klik environment local

  • Pilih menu Containers

Di sini Anda dapat melihat, menjalankan, menghentikan, dan menghapus Docker container melalui antarmuka web.

Membuat Docker Container Menggunakan Portainer

Sebagai contoh, berikut cara membuat container Nginx melalui Portainer.

Langkah-langkah:

  1. Masuk ke menu Containers

  2. Klik Add container

  3. Isi konfigurasi:

    • Name: nginx

    • Image: nginx:latest

    • Manual network port publishing:

      • Host port: 8090

      • Container port: 80

  4. Klik Deploy the container

Setelah container berjalan, uji melalui browser:

http://ServerIP:8090

Jika halaman default Nginx muncul, berarti container berhasil dijalankan.

Menambahkan Docker Environment dari Server Lain

Portainer memungkinkan manajemen Docker host di server lain menggunakan Edge Agent.

Menambahkan Environment Baru

  1. Klik menu Environments

  2. Pilih Add environment

  3. Pilih tipe Edge Agent

  4. Isi nama environment, misalnya docker01

  5. Klik Add environment

Konfigurasi Docker Standalone

Pada tab Docker Standalone:

  • Salin perintah Edge Agent yang diberikan Portainer

  • Jalankan perintah tersebut di Docker host yang ingin diremote

Masukkan Public IP server Docker host pada menu Configuration, lalu simpan perubahan.

Verifikasi Environment Docker

Setelah environment ditambahkan:

  • Buka halaman Home

  • Pastikan environment baru muncul

  • Masuk ke detail environment

Environment dinyatakan berhasil jika:

  • Terdapat minimal 1 container

  • Image dan network terdeteksi

  • Container dapat dibuat dan dijalankan

Lakukan pengujian dengan membuat container baru pada environment tersebut.

Kesimpulan

Portainer adalah solusi Docker Container Management Platform yang sangat efektif untuk mengelola container di VPS, cloud server, dan lingkungan production. Dengan antarmuka web yang intuitif, Portainer membantu mempercepat workflow DevOps, mengurangi kesalahan konfigurasi, dan meningkatkan visibilitas infrastruktur container.

Artikel ini menjadi dasar penting sebelum melanjutkan ke topik lanjutan seperti Portainer Security, Docker Swarm Management, Kubernetes Dashboard, dan CI/CD Pipeline berbasis Container.