Belajar Sysadmin Gratis : Dasar Navigasi File System di Linux
Saat mengelola server Linux, biasanya kita bekerja tanpa tampilan grafis (GUI) dan hanya menggunakan command line (terminal). Alasannya sederhana: supaya CPU dan RAM tidak terbuang untuk tampilan, dan server bisa fokus menjalankan tugas utamanya seperti web server, database, atau aplikasi lainnya.
Karena itu, memahami perintah dasar Linux itu wajib, terutama untuk berpindah folder dan melihat isi file.
Perintah Linux Dasar yang Paling Sering Dipakai
ls – Melihat Isi Folder
Perintah ls digunakan untuk melihat file dan folder di dalam suatu direktori.
Contoh:
Perintah ini akan menampilkan semua isi folder /home/ubuntu.
Beberapa variasi yang sering dipakai:
-
ls -l
Menampilkan daftar file secara detail: izin akses, pemilik, ukuran, dan tanggal. -
ls -a
Menampilkan semua file, termasuk file tersembunyi (yang diawali titik.).
Kalau ingin tahu semua opsi ls, gunakan:
cd – Pindah Folder
Perintah cd digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lain.
Contoh:
Artinya kita berpindah ke folder /home/ubuntu.
Contoh lain:
-
cd ~
Masuk ke folder home milik user saat ini. -
cd ..
Naik satu tingkat ke folder di atasnya.
pwd – Mengetahui Posisi Saat Ini
Perintah pwd menampilkan lokasi folder tempat kita sedang berada.
Contoh:
Hasilnya bisa seperti:
Perintah ini sangat membantu supaya tidak salah folder saat mengedit atau mengatur konfigurasi.
Absolute Path dan Relative Path
Absolute Path
Absolute path adalah alamat lengkap file atau folder dimulai dari root (/).
Ciri utamanya: selalu diawali dengan /.
Contoh:
Di mana pun posisi kita berada, alamat ini tetap valid.
Relative Path
Relative path adalah alamat file atau folder berdasarkan posisi kita saat ini.
Ciri utamanya: tidak diawali dengan /.
Contoh:
Jika posisi kita sekarang di:
Maka:
akan membawa kita ke:
Contoh lain:
Artinya membuka file .bashrc yang berada satu level di atas folder saat ini.
Karakter Khusus yang Sering Dipakai di Linux
Beberapa simbol di Linux punya arti khusus:
-
.
Menunjukkan direktori saat ini. -
..
Menunjukkan direktori induk (satu tingkat di atas). -
~
Home directory milik user saat ini. -
/
Root directory (paling atas). -
*
Wildcard untuk banyak file.
Contoh:Menampilkan semua file dengan ekstensi
.txt. -
?
Wildcard untuk satu karakter.
Contoh:Bisa cocok dengan
file1.txt,fileA.txt, dll. -
\
Escape character, digunakan untuk mengabaikan arti khusus sebuah karakter. -
|
Pipe, untuk menghubungkan output satu perintah ke perintah lain. -
>
Mengalihkan hasil perintah ke file (menimpa isi lama). -
>>
Mengalihkan hasil perintah ke file tanpa menghapus isi lama (menambahkan).
Dengan memahami perintah dan simbol dasar ini, kamu sudah punya fondasi kuat untuk mengelola Linux server tanpa GUI. Setelah ini, belajar perintah lain seperti cp, mv, rm, dan grep akan terasa jauh lebih mudah.