Cara Mudah Konfigurasi Nginx Reverse Proxy Menggunakan Nginx Proxy Manager (Docker + SSL)
Nginx Proxy Manager adalah aplikasi open-source berbasis Docker yang digunakan untuk mengelola Nginx Reverse Proxy melalui antarmuka web (GUI). Tool ini dirancang untuk mempermudah administrator sistem dan DevOps Engineer dalam mengatur routing HTTP/HTTPS, domain, subdomain, serta sertifikat SSL tanpa harus menulis konfigurasi Nginx secara manual.
Dalam arsitektur modern berbasis cloud, container, dan microservices, reverse proxy berperan penting untuk:
Mengelola trafik web ke berbagai aplikasi backend
Mengamankan layanan menggunakan HTTPS
Menyederhanakan manajemen domain dan SSL
Meningkatkan skalabilitas dan maintainability sistem
Nginx Proxy Manager menjadi solusi populer karena menggabungkan kemudahan GUI dengan stabilitas Nginx.
Fitur Utama Nginx Proxy Manager
Beberapa kapabilitas utama yang membuat Nginx Proxy Manager banyak digunakan di lingkungan production:
Antarmuka web untuk manajemen reverse proxy
Manajemen proxy host berbasis domain dan subdomain
Otomatisasi SSL menggunakan Let’s Encrypt
Dukungan HTTP dan HTTPS
Integrasi penuh dengan Docker container
Cocok untuk VPS, cloud server, dan self-hosted environment
Arsitektur yang Digunakan
Pada tutorial ini, arsitektur yang dibangun meliputi:
Website HTML sederhana berjalan di Docker container Nginx
Nginx Proxy Manager sebagai reverse proxy
SSL HTTPS otomatis menggunakan Let’s Encrypt
Seluruh container berada dalam satu Docker network
Pendekatan ini umum digunakan pada server cloud dan VPS production.
1. Install Docker di Ubuntu
Langkah pertama adalah memastikan Docker sudah terpasang di server Ubuntu.
Menambahkan GPG Key Docker
Menambahkan Repository Docker
Update Repository dan Install Docker
2. Deploy Website Menggunakan Docker Container
Pada tahap ini, kita akan membuat website HTML sederhana sebagai backend aplikasi.
Membuat Struktur Direktori
Membuat File index.html
Isi file:
Membuat File docker-compose.yml
Isi konfigurasi:
Membuat Docker Network
Menjalankan Container Website
Verifikasi Container
Uji Akses Website
Jika source HTML tampil, berarti website backend sudah berjalan.
3. Install Nginx Proxy Manager
Sekarang kita akan menginstal Nginx Proxy Manager menggunakan Docker Compose.
Membuat Direktori Project
Membuat File docker-compose.yml
Isi konfigurasi:
Menjalankan Nginx Proxy Manager
Verifikasi Container
4. Login dan Konfigurasi Awal Nginx Proxy Manager
Akses Nginx Proxy Manager melalui browser:
Login default:
Email: admin@example.com
Password: changeme
Setelah login, sistem akan meminta:
Mengganti email admin
Mengganti password admin
Langkah ini wajib untuk keamanan server.
5. Konfigurasi Proxy Host
Sekarang kita akan menghubungkan domain ke container website backend.
Menambahkan Proxy Host
Masuk menu Hosts → Proxy Hosts → Add Proxy Host, lalu isi:
Domain Names: domain atau subdomain
Scheme: http
Forward Hostname / IP: app-domainxyz
Forward Port: 80
Simpan konfigurasi.
Uji Akses Domain
Akses domain melalui browser, misalnya:
Jika website tampil, reverse proxy sudah berfungsi.
6. Install SSL Let’s Encrypt
Untuk mengaktifkan HTTPS, edit Proxy Host dan buka tab SSL.
Aktifkan opsi:
Request a new SSL Certificate
Force SSL
HTTP/2 Support
Masukkan email Let’s Encrypt
Setujui Terms of Service
Simpan konfigurasi.
Verifikasi HTTPS
Akses kembali domain, sistem akan otomatis redirect ke HTTPS.
Penutup
Dengan Nginx Proxy Manager, konfigurasi Nginx Reverse Proxy + SSL menjadi jauh lebih sederhana, terstruktur, dan aman. Solusi ini sangat cocok untuk:
VPS dan cloud server
Aplikasi berbasis Docker
Multi-domain dan multi-subdomain
Lingkungan production dan staging
Pendekatan ini juga mendukung praktik DevOps modern, meningkatkan keamanan, dan mempercepat deployment aplikasi berbasis web.
.png)