Cara Deploy Static Website HTML di Docker Menggunakan Nginx
Deploy static website HTML menggunakan Docker adalah pendekatan modern yang banyak digunakan oleh praktisi DevOps, Cloud Engineer, dan Web Developer. Metode ini menawarkan konsistensi environment, kemudahan deployment, serta efisiensi resource, khususnya untuk kebutuhan web hosting, CI/CD pipeline, dan cloud infrastructure.
Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari tiga metode paling umum untuk deploy static website HTML di Docker menggunakan Nginx, mulai dari cara paling sederhana hingga pendekatan yang lebih scalable.
Prasyarat Sistem
Sebelum memulai, pastikan beberapa kebutuhan berikut sudah terpenuhi:
-
Docker sudah terinstall di server atau local machine
-
Sistem operasi Linux (Ubuntu 20.04 atau distro lain)
-
Akses root atau user dengan hak sudo
Jika Docker belum terpasang, silakan install sesuai dokumentasi resmi Docker.
Menarik Image Nginx untuk Docker
Sebagai web server, Nginx sangat ringan dan optimal untuk static content. Gunakan image nginx:stable-alpine karena ukurannya kecil dan efisien untuk production.
Metode 1: Deploy dengan Copy File ke Docker Container
Metode ini cocok untuk testing cepat atau environment sementara.
1. Membuat Container Nginx
Penjelasan:
-
-dmenjalankan container di background -
-p 80:80mempublikasikan port HTTP -
--namememberikan nama container
2. Verifikasi Container
Jika container berjalan, Nginx sudah aktif.
3. Akses Web Server
Buka browser dan akses:
-
http://127.0.0.1 -
http://IP_SERVER -
http://domain.com(jika DNS sudah diarahkan)
4. Copy File Website ke Container
Diasumsikan file website berada di folder ~/freelancer.
Refresh browser untuk memastikan website berhasil ter-deploy.
Kelebihan metode ini:
-
Mudah dan cepat
Kekurangan: -
Perubahan file tidak otomatis ter-update
Metode 2: Deploy Static Website dengan Mount Folder
Metode ini lebih fleksibel karena perubahan file langsung tercermin di container.
Keunggulan metode mount:
-
Cocok untuk development
-
Tidak perlu copy ulang file
-
Sinkronisasi real-time
Metode 3: Deploy Menggunakan Docker Volume
Metode ini direkomendasikan untuk production environment karena lebih aman dan terkelola.
1. Membuat Docker Volume
2. Copy File Website ke Volume
3. Jalankan Container dengan Volume
Keunggulan Docker Volume:
-
Data persisten
-
Aman saat container restart
-
Best practice untuk production
Perbandingan Metode Deployment
| Metode | Cocok Untuk | Kelebihan Utama |
|---|---|---|
| Copy File | Testing cepat | Paling sederhana |
| Mount Folder | Development | Update real-time |
| Volume | Production | Data persisten dan aman |
Kesimpulan
Deploy static website HTML menggunakan Docker dan Nginx memberikan banyak keuntungan, mulai dari scalability, portability, hingga kemudahan integrasi dengan cloud dan CI/CD.
Pemilihan metode sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan environment, baik development maupun production.
Dengan pendekatan ini, Anda sudah selangkah lebih dekat ke praktik modern web deployment dan DevOps automation.
.png)