Skip to main content

Perbedaan VueJS dan ReactJS dan Cara Installasinya

 


Buat kamu yang sudah belajar backend PHP seperti Laravel, Lumen, Codeigniter dan lain sebagainya. Ada baiknya kamu mencoba untuk berkenalan dan mempelajari frontend menggunakan VueJS. 

Entah kenapa beberapa programmer memilih VueJS dibandingkan ReactJS. Pilih mana saja semuanya bagus, tetapi setiap orang memiliki penilaian tersendiri terhadap keduannya. 

Seperti yang dilansir risingstars.js.org, VueJS menduduki peringkat pertama kala itu dengan jumlah pengguna terbanyak dibanding ReactJS yang sama-sama disukai oleh programmer frontend.

Pada web resmi VueJS juga telah menyatakan bahwa VueJS seperti memiliki kekuatang untuk mengambil Angular dan React serta membuang bagian kekurangannya, serta menambah fitur pamungkas sehingga terciptalah VueJS.

Memangnya Apa Kemampuan dari VueJS?

VueJS merupakan jenis frameworks yang memiliki fungsi tersendiri dalam membangun sebuah tampilan GUI dari sebuah web. Misalnya saja, bila penggunaan Laravel atau Codeigniter menemukan bentuk MVC. Hal tersebut berbeda dengan dengan VueJS, yang memiliki fungsi View saja dan sangat terfokus pada sebuah tampilan frontend web. 

Tagline VueJS memiliki makna tersendiri yaitu The Progressive Javascript Framework. Setelah melihat kebeberapa sumber materi belajar VueJS. Kamu akan menemukan betapa reactivennya framwork VueJS ini. 

Kelebihan VueJS

Kamu bisa mendapatkan sensasi VueJS, seperti halnya membangun sebuah website SPA (Single Page Application). 

Apa itu SPA?

SPA merupakan sebuah website app yang dimana kita dapat menavigasi halaman, browser tidak lagi reload bagian-bagian halaman, hanya bagian content saja yang akan di reload. 

Dengan begitu performa website akan lebih cepat. Tidak hanya itu saja, dengan adanya SPA aplikasi browser tidak lagi mendownload ulang element yang pernah diakses sebelumnya. Sehingga user dapat menghemat source bandwidth atau data internet. 

Terus apa yang membuat beda dengan JQUERY?

Pertanyaan ini tentunya sering ditanyakan bagi programmer yang mencari alternatif bahasa pemrograman lain. 

Simpelnya perbandingan JQUERY dan VueJS yaitu, kita tidak dapat membangun web frontend dengan JQUERY murni. Tapi ada tambahan lain seperti halnya campuran HTML. Sedangkan pada VueJS atau framework lain dapat membuat sebuah tampilan frontend web tanpa tambahan dari html native.

Menginstall NodeJS pada Linux

Bila kamu saat ini telah menggunakan Laravel min 5.5, pada framework tersebut sudah tersedia VueJS untuk membangun frontend. 

Mari langsung saja, berikut langkah untuk menginstall nodeJS dan NPMnya. 

$ sudo apt-get update

$ sudo apt-get install nodejs

Setelah langkah dan instalasi nodejs selesai, silakan lanjut install npm nya

$ sudo apt-get install npm

Bila instalasi npm selesai, lanjut cek apakah keduanya telah terpasang dengan benar dan tidak ada bagian yang tertinggal atau error dengan perintah di bawah ini.

$ node -v

$ npm -v

Menginstall VueJS

Silakan Kamu buka lagi terminal dan ketik perintah install dibawah ini

$ npm install --global vue-cli

Dengan adanya vue-cli, kita dapat membuat sebuah project vue pertama. Kemudian masukkan lagi perintah 

$ vue init webpack nama-project-kalian

Setelah itu ada proses isian data mengenai project yang akan dibuat

betarikocom-success-install-vue

$ cd nama-projectmu

$ npm install

$ npm run dev

Maka akan muncul hasil pada cli, yang berisi informasi link seperti dibawah ini.

Your application is running here: http://localhost:8080

betarikocom-success-install-vue

Nah sekaran kita telah berhasil menginstall VueJS. Bagi kamu yang menggunakan OS Windows bisa membaca referensinya di Cara Install VueJS

Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan kita semua, terima kasih. 


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar