Skip to main content

follow us

Stimuno Untuk Balita dan Dewasa! Suplemen Menjaga Daya Tahan Tubuh


Hai teman-teman...apa kabs? Mudah-mudahan sehat selalu, dan dalam perlindungan Tuhan yang Maha Esa. Amin..

Oh ya...Masih pada jomblo ndak nih? Haha...

...Kalo saya pribadi sih masih jomblo bro. Baru usaha PDKT sama seorang gadis, semoga aja jodoh dan lekas di sah kan...Amin...

Kalo belum di sah...ya status saya masih jomblo (kan belum pasti jadi)...Hehe...

...Intinya status kita masih sama, sama-sama jomblo

Temen-temen kumpul, mantan, udah pada nikah. Udah pada punya anak. Kalo melihat pernikahan orang lain sih keliatan adem-adem saja. Ternyata masih ada cerita-cerita lucu juga, ketika punya anak pertama.

Kalo kita-kita yang masih jomblo gini masih belum punya tanggung jawab merawat anak. Palingan yang punya adik, punya pengalaman ketika adik sakit dan cara-cara penanganannya.

Sayangnya, saya anak tunggal jadi gak ada pengalaman menarik seputar balita. Palingan hanya sekilas gendong maupun melihat balita yang sakit flue, batuk-batuk, mencret, muntah.

Pernah gendong keponakan yang baru lahir, eh malah pipis dari situ gak berani gendong balita yang baru lahir. Hehe...

...Mungkin temen-temen juga ada kesamaan dengan saya, yang statusnya anak tunggal.

Bicara soal balita...

Usia saya nih udah hampir masanya untuk menikah dan punya anak. Saya pikir tanggung jawab akan lebih berat, dibandingkan waktu masih jomblo.

Udah harus mikir uang belanja istri (anak orang nih bukan anak dedemit). Kemudian ketika nanti dapat amanah lagi, istri hamil terus punya anak (anak sendiri nih).

Pastinya kalo gak ada persiapan sama sekali soal balita. Ketika istri bilang "Mas...dedek mencret. Mas, si dedek muntah-mutah. Mas...si dedek flu, batuk, kulitnya bintik merah".

...Tentu kita yang masih belum berpengalaman soal balita akan super...super panik.

Maka dari itu harus mulai belajar dari teman-teman yang udah punya balita. Gimana suka dukanya ketika memiliki balita.

Terutama ketika balita mengalami sakit, yang umum dialami oleh balita yang baru lahir. Pada artikel ini, sebagian besar saya dapatkan dari pengalaman pribadi teman-teman yang udah nikah duluan.

...Mengantisipasi lebih baik dari mengobati bukan?

Katanya sih, balita mengalami sakit yang wajar mencret, pilek, batuk, demam, ruam pada kulit. Tapi meskipun wajar, apakah ada cara yang tepat untuk menangani serta mencegah penyakit datang kembali?

Balita sering mengalami sakit berulang ternyata dinilai wajar saja dalam dunia medis, karena sistem imun tubuh yang sedang berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan, sehingga rentan terkena virus maupun bakteri. 

...Balita dapat dikategorikan sakit yang dinilai wajar apabila kondisi sakit kurang lebih 4-8 kali dalam satu tahun.

Kemudian apabila dalam satu tahun balita mengalami sakit 8 kali dalam satu tahun masih dikategorikan wajar asalkan kategori sakit masih ringan.

Sakit ringan pada balita yaitu ketika jarak waktu anak sakit tidak terlalu dekat, misalnya jangka waktu sakit kurang lebih sekitar 2 bulan. 

Adapun ketika balita sakit tidak mengalami durasi yang terlalu panjang, misalnya sakit pada balita terjadi dalam periode 3-7 hari.

Begitupun dengan jenis penyakit yang diderita balita tergolong ringan dan dapat diatasi dengan cara meningkatkan sistem daya tahan tubuh balita. Kondisi balita yang masuk dalam kategori yang perlu perawatan khusus, yaitu ketika balita mengalami sakit terlalu sering 3-4 kali sakit dalam satu bulan, karena flu maupun diare yang sebenarnya umum dialami oleh balita.

Maka dari itu apabila balita sering terkena penyakit, perlu dilakukan prosedure pemeriksaan pada balita lebih lanjut oleh ahlinya. Berikut ini ulasan penyebab anak sering sakit yang bisa menjadi panduan calon ibu dan bapak untuk buah hati tercinta.

1. Gangguan Imunologis 

Dalam kategori balita sakit ringan namun untuk periode waktu sakit nya terlalu sering, tentu akan membuat pasangan muda sebagai orang tua akan cemas dan khawatir. 

Penyebab terjadinya gangguan kesehatan pada balita karena imunologis pada saat balita lahir. Balita yang memiliki sistem imun tubuh yang rendah tentunya akan lebih mudah mengalami infeksi.

2. Infeksi kronis 

Adapun gangguan infeksi pada balita yang bisa dikatakan kronis. Balita yang terlahir normal tanpa adanya penyakit turunan dari orang tua. Bisa jadi juga karena faktor lingkungan karena kontak langsung dengan penderita penyakit, misalnya saja penyakit asma atau TBC sehingga balita terkena virus penyakit tersebut.

3. Faktor Cuaca

Daya tahan tubuh balita juga dapat terpengaruh karena pergantian cuaca, bisa juga karena faktor turunan keluarga yang pernah menderita sakit alergi pada cuaca misalnya saja pilek, diare dan mengalami infeksi virus lainya. 

4. Gangguan gizi 

Daya tahan tubuh balita selain dari pengaruh lingkungan juga bisa disebabkan dari gangguan gizi, karena gangguan tersebut dapat berpengaruh pula dengan daya tahan tubuh balita menjadi terganggu.

Kebutuhan suplemen atau gizi pada palita yang kurang tepat juga bisa berpengaruh pada daya tahan tubuh balita juga hlo, ini juga yang menjadi salah satu penyebab balita mudah terserang penyakit.

Pemberian makanan pada balita yang tidak tepat menjadi alasan kenapa balita lebih mudah terkena penyakit. Bisa jadi juga mengakibatkan balita juga nafsu makanya berkurang. Balita yang susah makan, tentunya sumber nutrisi yang dibutuhkan balita juga akan berkurang padahal makanan merupakan sumber nutrisi yang harus diberikan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan serta perkembangan balita.

5. Riwayat Penyakit Tertentu 

Balita yang sering sakit kadang juga dihubungkan dengan riwayat penyakit yang sudah sering terjadi, misalnya saja balita pernah mengalami diare, flu, tipus yang harus diberikan perhatian serta penanganan yang tepat sehingga kejadian serupa tidak terjadi dalam rentan waktu yang singkat.

Apakah berbahaya jika balita sering mengalami sakit? Sangat memungkinkan, bagi balita yang sering sakit akan mempengaruhi kondisi perkembangan dan pertumbuhanya.

Yang paling terlihat biasanya berat badan balita menurun, karena berat badan balita djadikan sebagai indikator tumbuh kembang balita apabila balita memiliki berat badan jauh dari garis normal maka dikhawatirkan balita mengidap gangguan kesehatan balita yang serius.

Kondisi balita yang sering mengalami sakit harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter ahli, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

Apabila hasil pemeriksaan balita terbukti memiliki gangguan kesehatan yang kronis maka dapat dilakukan indentifikasi sakit lebih dini untuk mengurahi serta mencegah dari perkembangan penyakit tersebut.

Bisa dikatakan sakit pada balita tidak dapat disimpulkan yang sering sakit dapat membahayakan atau tidak, ketika belum ditemukan faktor penyebab penyakitnya. Karena kondisi daya tahan tubuh setiap balita tentu berbeda beda.

Adapun beberapa cara untuk mengantisipasi agar balita tidak sering sakit meskipun sakit yang dialami oleh balita termasuk sakit ringan dan dalam waktu yang cukup sering.

Sebagai orang tua buah hati, tenu harus selalu waspada terlebih ketika balita diusia 0-5 tahun yang merupakan masa emas balita.

Kondisi tubuh balita yang tidak sehat tentunya akan mengganggu perkembangan balita salah satunya faktor lingkungan balita.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Balita


Balita yang berusia 0-5 tahun masih dianggap wajar apabila, balita mengalami periode sakit 5 hingga 8 kali dalam dalam kurun waktu 1 tahun. 

Meskipun begitu sebagai orang tua tidak ada salahnya juga untuk tetap waspada dengan melakukan tindakan pencegahan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh balita. Berikut ini beberapa ulasan yang dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita agar tidak mudah sakit: 

Anak diusia 5 tahun masih dianggap wajar-wajar saja apabila mengalami sakit periode waktu 4 hingga 8 kali dalam waktu satu tahun, namun tetap tidak ada salahnya juga waspada dnegan melakukan tindakan pencegahan. Berikut ini beberapa ulasan untuk menjaga daya tahan tubuh balita agar tidak mudah terkena penyakit:

1. Menjaga pencernaan balita agar tetap sehat

Tubuh balita menjadi kuat karena terdapat 80% antibodi yang diproduksi alami dalam tubuh, tepatnya pada saluran pencernaan balita.

Antibodi memiliki fungsi untuk menetralkan atau melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh balita. Untuk menjaga agar bagian dari pencernaan balita dapat memaksimalkan fungsinya menjadi lebih sehat yaitu dengan pemberian susu alami berupa ASI eksklusif hingga dalam jangka waktu 6 bulan pertama. Pemberian ASI ini rutin sampai balita berusia 2 tahun.

2. Memberikan Imunisasi untuk Balita

Mengikuti program imunisasi pemerintah yang ditujukan untuk balita. Hal ini bermaksud untuk meningkatkan daya tahan tubuh balita dan mengurangi resiko terkena inveksi dan bakteri penyakit. Sehingga tubuh kembang balita lebih baik.

Karena permasalahan yang sering dihadapi terhadap daya tahan tubuh balita yang berkurang atau masih kurang sempurna. Dengen mengikuti serta memberikan vaksinasi dapat meningkatkan daya tahan tubuh balita dari gangguan penyakit yang umum dialami oleh balita 0-5 tahun.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Membantu balita dalam melakukan aktivitas olahraga ringan. Misalnya saja olahraga yang dilakukan bersepeda sore, jalan santai, aktivitas bermain dengan teman-teman seumuranya.

Perlu juga untuk memperhatikan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga energi dalam tubuh, pada saat istirahatlah tubuh memproduksi sistem imun tubuh yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

4. Memberikan Asupan Nutrisi yang Tepat

Makanan apapun akan memberikan dampak pada tubuh. Tidak hanya masalah kenyang saja, namun harus memperhatikan nilai-nilai gizi untuk balita.

Makanan yang tepat untuk balita yang bisa orang tua berikan yaitu makanan yang mengandung vitamin C untuk memberikan kekebalan tubuh, vitamin E menjadi anti oksidan dan perlindungan dari radikal bebas, Omega 3 untuk menjaga kesehatan jantung.

Kemudian untuk balita usia 0-5 tahun yang mengalami sakit berulang lebih dari 8 kali dalam setahun, atau sakit berulang 3 kali dalam sebulan, orang tua harus segera melakukan tindakan medis dengan memeriksakannya ke dokter ahli untuk mencari penyebab utama balita sering sakit. \

Tindakan pencegahan untuk balita agar tidak sering sakit, yaitu dengan menerapkan hidup sehat serta pola tidur yang teratur diikuti dengan asupan nutrisi yang bergizi.

Sirup Stimuno Untuk Balita

Selain memperhatikan hidup sehat, pola tidur dan makanan yang bergizi. Ada sebuah produk yang bisa menjadi suplemen vitamin yang bisa menjadi alternatif tambahan vitamin untuk balita yaitu Stimuno untuk balita.

Sirup stimuno untuk balita baik untuk tubuh dan aman. Saya mencari sebuah informasi tentang suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh buah hati. Kemudian menemukan suplemen Stimuno untuk balita. Maka dari itu saya mengulas produk yang satu ini untuk teman-teman yang sudah memiliki buah hati, siapa tahu tertarik untuk menggunakan produk Stimuno untuk balita yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh buah hati.

Setelah saya membaca tentang produk Stimuno untuk balita ini...
...Ternyata Stimuno untuk balita ini tidak terbuat dari bahan kimia, sehingga aman dikonsumsi untuk balita.

Sirup Stimuno untuk balita terbuat dari tanaman meniran yang memiliki nama latin Phyllanthus Niruni. Pembuatan sirupnya dibuat dari bagian batang, daun, akar dan buahnya.

Bahkan menurut dokter ahli DR. Drs. Suprapto Ma'at Apt MS, seorang dokter peneliti obat herbal yang meneliti tentang khasiat dari ekstrak meniran ini mengatakan bahwa bahan ekstrak meniran ini sudah terbukti miliki khasian dalam membantu penyembuhan penyakit.

Bahan Stimuno untuk bayi dari ekstrak meniran merupakan immunomodulator yang membantuk meningkatkan sistem imun agar tumbuh kembang balita dapat bekerja optimal menghadapi serangan mikroba dan virus.

Keunggulan Sirup Stimuno untuk Balita Terhadap Imun Tubuh



Stimuno untuk balita ini tidak hanya sekedap sirup vitamin yang mampu meningkatkan serta menjaga daya tahan tubuh balita. Stimuno untuk balita ini juga dapat bekerja secara langsung dapat memperkuat sistem imun balita dengan cara memproduksi antibodi dalam tubuh.

Bisa dikatakan Stimuno untuk balita ini, diibaratkan seperti tentara yang membentuk benteng pertahanan tubuh seseorang.

Dengan mengkonsumsi sirup Stimuno, diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh buah hati untuk melawan berbagai bakteri dan virus.

...Udah kayak film perang-perangan..hehe

Selain itu Stimuno untuk balita juga sudah teruji klinis dan aman dikonsumsi oleh balita. Dengan uji klinis tersebut tentunya lebih meyakinkan pengguna, untuk mendapatkan produk ini di sarana pelayanan kesehatan tentunya.

Perlu orang tua ketahui juga, bahwa produk Stimuno untuk balita ini merupakan sebuah produk herbal yang bersertifikat Fitofarmaka, yaitu sebuah sertifikat yang dikeluarkan untuk obat tradisional dari bahan herbal atau alami yang disejajarkan dengan sebuah obat modern.

Tak cukup itu saja, proses pembuatan sirup Stimuno ini juga berstandar tingi, ditunjang dengan bukti ilmiah dan melewati uji klinik pada manusia secara langsung.

Dengan berbagai informasi suplemen vitamin Stimuno untuk balita ini tentunya bisa menjadi alternatif orang tua untuk memberikan produk sumplemen yang tepat dalam meningkatkan daya tahan tubuh balita.

Stimuno untuk balita juga aman dikonsumsi dengan obat resep dokter yang lainya. Misalnya saja ketika balita sakit pilek, panas, batuk dan sudah mendapatkan obat dari dokter. Stimuno untuk balita juga dapat dikonsumsi untuk mempercepat penyembuhan balita.

Kapan Harus Memberikan Sirup Stimuno Untuk Balita?

Seperti yang telah saya rangkum pada ulasan diatas, Stimuno untuk balita ini aman dikonsumsi karena terbuat dari bahan herbal. Sehingga aman, apabila dikonsumsi setiap hari sekalipun.

...Emang kalo gak lagi sakit, apa perlu memberikan sirup stimuno untuk balita?

Wah...jangan dianggap spele dulu, karena mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati. Kalo balita udah sakit, orang tua juga ikut pening juga kan pastinya.

Nah pemberian Stimuno untuk balita yang sehat, dapat menjaga sistem imun tubuh agar lebih kuat untuk melawan bakteri dan virus. Maka dari itu minum Stimuno setiap hari juga bisa jadi pilihan untuk mencegah balita dari serangan penyakit.

Sementara pemberian sirup Stimuno pada balita yang sakit...akan membantu mempercepat proses penyembuhan balita dari dalam. Sehingga minum Stimuno untuk balita setiap hari untuk tubuh sehat 365 hari.

Kemasan Produk Stimuno Untuk Balita



Produk sirup suplemen Stimuno untuk balita dipasarkan sejak tahun 1999, produk pertamanya sih bentuk sirup dalam kemasan kapsul.

Kemasan Stimuno terdiri dari botol kemasan ukuran 100 ml dan 60 ml dengan dua rasa sirup Tutty Fruty dan rasa sirup anggur.

Setiap 1 sendok Stimuno terdiri dari 25 mg ekstrak Pyllanthus Niruri. Stimuno sirup dan tentunya aman dikonsumsi oleh balita mulai dari usia 1 tahun.

Aturan penggunaan sirup/cara pakainya: Baiknya diminum setiap hari 1 hingga 3 kali sehari, dengan takaran 1 sendok makan.

Varian Rasa Stimuno Untuk Balita

Berikut ini beberapa varian rasa stimuno 







Setelah membaca artikel tentang produk Stimuno untuk balita ini, mudah-mudahan bisa jadi alternatif orang tua balita untuk memberikan suplemen pilihan seperti Stimuno.

Meskipun sebenarnya anak dan tumbuh kembangnya adalah karunia yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai orang tua, juga perlu mengupayakan yang terbaik dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tetap semangat menjadi ayah siaga...

Sekian dari saya, terima kasih. Semoga ulasan Stimuno untuk balita ini dapat memberikan manfaat...

Referensi : stimuno.com

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info