Skip to main content

10 Bibit Padi Unggulan yang Bisa Kamu Tanam, Tahan Cuaca dan Hama

10 Bibit Padi Unggulan yang Bisa Kamu Tanam

Seharusnya seorang petani punya sebutan sebagai pahlawan bangsa, tanpa adanya petani di Indonesia gak ada beras, gak ada sayuran, gak ada buah-buahan, yang kita makan sehari-hari itu.

Terutama petani padi, seperti pekerjaan sehari-sehari orang tua saya. Dari perawatan hingga panen, terkadang masih belum bisa balik modal.

Maklum harga padi masih terbilang murah. Saya sebagai anak seorang petanipun merasa bahwa ada kecurangan dalam jual beli padi kering, itu yang dirasakan petani seperti orang tua saya. Jadi mereka lebih memilih hasil panen digunakan untuk stok makan sendiri selama setahun.

Daripada dijual dan gak untung sama sekali, minimal bisa ditabung sebagai persediaan makanan setahun kan? Begitulah nasib petani, dari dulu sampai sekarang.

Tak jarang, panen pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada beberapa gangguan, seperti hama dan cuaca yang saat ini tidak menentu. Jadi untuk mempertahankan produksi dan pemasukan biaya hidup, perlu cara lain yaitu dengan cara memilih bibit padi unggulan yang tahan hama dan kondisi cuaca tak menentu.

Bibit Padi Unggulan, Tahan Hama dan Kondisi Cuaca

Oh ya, jadi kebawa emosi malahan kalo curhat soal harga padi kering hasil tani. Buat kamu yang ingin mendapatkan hasil padi yang tahan dalam kondisi cuaca tak menentu dan serangan hama. Berikut ini saya ulas jenis bibit padi unggulan yang bisa kamu tanam.
  1. PIM 1
  2. M400
  3. Kalimasada
  4. Kabir 07
  5. Sertani 13
  6. Padjadjaran
  7. M70D
  8. Inpari 42 Agritan GSR
  9. IPB 3S
  10. Inpari 43 Agritan GSR
Daftar ini diurut berdasarkan rata-rata hasil dari produksinya.

Bibit Padi PIM 1

  • Umur : 120 hari
  • Tinggi tanamam bisa nencapai 1,75 m.
  • Asal : pengembangan padi purba
  • Tinggi : 155-195 cm
  • Anakan : rata-rata 12
  • Hasil nyata jumlah bulir : 400-500 (sebagian hampa)
  • Tekstur nasi : agak pulen, enak
  • Ukuran bulir : pendek membulat
  • Potensi jumlah bulir : 800-1000 bulir / malai
  • Tahan : beberapa hama seperti wereng dan hawar daun
  • Hasil nyata : 9.1 ton / ha

Bibit Padi  M400

  • Hasil rata – rata : 8,5 t/ha
  • Umur : 90 hst atau 111 hari setelah semai
  • Potensi hasil : 11 t/ha
  • Jumlah bulir per malai : 270 – 400 bulir
  • Bentuk gabah : ramping
  • Anakan produktif : 20
  • Kerebahan : Tahan
  • Ketahanan hama : Tahan hama wereng
  • Berat 1000 butir : 29 gr
  • Agak Rentan patah leher (dapat diminalisir dengan pengurangan urea)
Agar dapat memaksimalkan panen yang maksimal, disarankan untuk menggunakan pola tanam jajar legowo, pupuk berimbang, pengairan berselang, pupuk hayati, unsur silika dan POC.

Kalimasada

  • Umur tanaman 110 hari setelah tanam
  • Potensi panen rill 14,2 ton / ha
  • Tekstur nasi pulen
  • Anakan 35 – 40
  • Bulir per malai 350 – 400
  • Batang besar kokoh,
  • Tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3
  • Tahan hawar daun tipe IIII

Kabir 07

  • Umur : 115 hari setelah sebar
  • Tinggi : 120 cm
  • Rata-rata anakan : 15 anakan produktif
  • Jumlah bulir : 450-550 per malai
  • Rata-rata hasil : 9-11 ton / ha
  • Bobot gabah : 35 gram per 1000 butir gabah
  • Ketahanan rebah : Agak tahan
  • Rasa nasi : Sedang
  • Ketahanan : Tahan blast, Hawar Daun, Wereng Coklat tipe 4
  • Kelebihan : Adaptasi yang sangat optimal di berbagai kondisi
Padi ini memiliki beragam kelebihan, salah satunya dapat beradaptasi terhadap segala jenis kondisi tanah baik tanah yang salinitas tinggi maupun tanah kering. Baik ditanam di lokasi dataran tinggi maupun dataran rendah. 

Selain itu jumlah anakanya cukup banyak dan memiliki malai yang panjang. Jumlah bulir pada malai kurang lebih 500. Anakan tanaman menghasilnya 50 bulir, pada tanah yang sehat dengan kedalaman penanaman kurang lebih 25 cm. 

Potensi menghasilkan panen kurang lebih 17 ton per hektar dengan rata-rata hasil 12 ton. Tanaman padi mampu bertahan dari gangguan jamur maupun bakteri penyebab penyakit terutama blast dan HBD, selain itu juga tahan terhadap gangguan hama WBC biotipe  IV. 

Sertani 13

  • Umur tanaman 115-125 hari
  • Tinggi tanaman 110-115 cm
  • Jumlah bulir per malai 300-350
  • Tahan terhadap wereng coklat, virus tungro, HDB, dan penyakit Blast
  • Potensi anakan produktif 30
  • Potensi hasil 13 ton/ha

Padjadjaran

  • Asal Seleksi Inpari 5 / IR66
  • Golongan Cere
  • Umur Tanaman ± 105 hari setelah semai
  • Bentuk Tanaman Agak Tegak
  • Tinggi Tanaman ± 97 cm
  • Kerebahan Toleran
  • Tekstur Nasi Pulen
  • Kadar Amilosa 20,6%
  • Berat 1000 Butir 26 gram
  • Rata Rata Hasil 7,8 ton/ha
  • Potensi Hasil 11,0 ton/ha
  • Hama Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2
  • Agak rentan wereng batang coklat biotipe 3
  • Daun Bendera Agak Tegak
  • Bentuk Gabah Ramping
  • Warna Gabah Kuning Jerami
  • Warna Beras Coklat Muda
  • Kerontokan Sedang

M70D

  • Potensi hasil 9,39 t / ha (cocok ditanam semi organik)
  • Umur tanaman genjah kurang dari 80 hst
  • Jumlah bulir per malai 150
  • Rasa nasi pulen
  • Agak Tahan WBC tipe 1 dan 2
  • Agak tahan hawar daun bakter
  • Bentuk tanaman tegak dan kokoh
  • Berat 1000 bulir 28 gr

Inpari 42 Agritan GSR

  • Inpari 42 sigenjah yang tahan terhadap wereng dan blast,Umur padi 95 hst
  • Jumlah anakan 25-45 batang
  • Potensi hasil 8-12 ton per ha
  • Daun bendera Tegak
  • Batang padi besar dan kokoh
  • Dimensi gabah sedang 
  • Buah bulir per malai 250-400 biji

IPB 3S

  • Golongan : Cere
  • Umur tanaman: 112 hari
  • Tinggi tanaman :118 cm
  • Anakan produktif : 7-11 batang
  • Warna gabah : kuning jerami
  • Jumlah gabah/malai : 223 butir
  • Rata rata hasil : 7 ton/ha
  • Potensi hasil : 11,2 ton/ha
  • Berat 1000 butir : 28,2 gram
  • Tekstur nasi : pulen
  • Kadar amilosa : 21,6%
  • Bentuk tanaman : Tegak
  • Kerebahan : Tahan
  • Kerontokan : sedang
  • Bentuk gabah : medium
Keunggulan
  • Tahan terhadap tungro
  • Agak tahan terhadap penyakit blas
  • Agak tahan terhadap hawar daun bakteri
  • 0-600 mdpl
  • Benih label ungu
  • Masih bisa dibut benih lagi
  • Baik ditanam di lahan irigasi dan tadah hujan

Inpari 43 Agritan GSR

  • Asal seleksi  WuFengZhan/IRBB5/WuFengZhan
  • Golongan  Cere
  • Umur tanaman ±111 hari dari semai
  • Kerontokan  Medium
  • Kerebahan  Tahan
  • Tekstur nasi  Pulen
  • Kadar amilosa 18,99 %
  • Berat 1000 butir ±23,74 gram
  • Rata-rata hasil 6,96 t/ha GKG
  • Potensi hasil 9,02 t/ha GKG
  • Bentuk tanaman  Tegak
  • Tinggi tanaman  ±88 cm
  • Daun bendera  Tegak
  • Bentuk gabah  Ramping
  • Warna gabah  Kuning jerami
Demikian sedikit ulasan bibit padi unggulan yang tahan cuaca dan hama, bisa menjadi pilihan terbaik sebagai bibit tanaman untuk bertani. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar