Skip to main content

Cara Saya Membagi Waktu antara Kuliah, Organisasi dan Bisnis Sendiri

Cara Saya Membagi Waktu  Image Pixabay.com

Saya kebetulan masuk di kelas karyawan, namun masih doyan aktif di organisasi wirausaha muda di kampus. Karena saya menyayangkan, kalau kegiatan saya di kampus hanya habis untuk belajar dan nongkrong. 
Organisasi wirausaha yang saya ikuti, biasanya diadakan setahun sekali. Mekipun begitu saya harus tetap mengikuti secara online, terkait perkembangan bisnis yang dijalani oleh masing-masing mahasiswa.
Amati, tiru dan kembangkan. Cara ini yang saya gunakan dalam belajar wirausaha. Bagi kamu yang memiliki kesibukan yang kurang lebih sama dengan yang saya jalani. Ada baiknya untuk membagi waktu, tanpa harus mengorbankan salah satunya. 
Berikut ini cara saya membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan bisnis sendiri, yang bisa kamu terapkan selama belajar di kampu:
1. Membuat jadwal
Kamu tentunya tidak ingin mengorbankan salah satu kegiatan kamu, semuanya harus berjalan semestinya. Jadi yang perlu dilakukan, membuat jadwal yang rinci dari setiap kegiatan yang ingin kamu lakukan. 
Caranya bisa menyusun jadwal kegiatanmu pada sebuah papan tulis, atau hanya sekedar kalender dinding. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan smartphone untuk pengingat alarm. 
Waktu pendidikan sebagai mahasiswa itu hanya sebentar, jadi manfaatkan waktu yang sedikit itu dengan membuat jadwal perkualiahan, kegiatan organisasi, dan bisnis yang sedang kamu jalani. 
2. Membuat to-do list

To-do list sebenarnya berisi jadwal harian, atau target yang ingin kamu capai. To-do list dibuat sebagai daftar kegiatan yang memiliki deadline atau kegiatan paling penting.

Misalnya saja deadline pembuatan laporan bisnis atau tugas perkuliahan dll. Kegiatan yang telah dikerjakan dapat kamu tandai atau mencoret, sebagai tanda pekerjaan selesai.

Mahasiwa sudah seharusnya memiliki to-do list, karena dengan mencatat beragam kegiatan tertentu kamu dapat dengan mudah membagi waktu. Daftar ini juga bisa menjadi pedomanmu dalam menyelesaikan setiap kegiatan yang sudah selesai maupun yang belum

To-do list harian difungsikan sebagai alat bantu dalam merinci kegiatan yang ingin kamu lakukan pada hari itu juga. Misalnya:
  • Menyelesaikan tugas kuliah
  • Print tugas
  • Pertemuan wiramuda (Wirausaha Muda)
  • Menulis blog

3. Skala prioritas

Terlebih jika kamu memiliki segudang kegiatan yang ingin kamu lakukan pada saat didalam belajar, organisasi bahkan mengelola bisnis kamu. Penting dalam membuat pengambilan keputusan yang perlu diprioritaskan. 
Dengan harapan, jika kamu telah membagi pekerjaan berdasarkan skala prioritas. Kamu bisa dengan mudah menentukan kegiatan mana yang harus didahulukan terlebih dahulu, atau di skip.
Kegiatan yang masuk ke dalam skala prioritas, dapat ditentukan dengan mengkategorikan setiap kegiatan berdasarkan tingkat kepentingan. Melakukan kegiatan yang paling mendesak atau pekerjaan yang sulit, harus dikerjakan paling pertama. Kegiatan yang kurang penting, tapi mendesak bisa kamu lakukan setelahnya. 
Misalnya saja nih, ada suatu tugas mata kuliah yang harus dikumpulkan besok. Kamu bisa memasukkan kegiatan tersebut ke dalam kegiatan yang mendesak dan harus dilakukan dengan segera. 
Urusan bisnis yang memiliki deadline minggu atau bulan depan masuk ke dalam kategori penting yang tidak mendesak, artinya kamu dapat menunda atu skip dahulu hingga kamu selesai mengerjakan tugas kuliah tersebut. 
4. Kerjakan di awal
Adapun cara yang lebih baik selain membuat jadwal, kamu bisa mengerjakan lebih awal ketika mendapatkan setiap tugas yang ada. 
Misalnya hari ini mendapatkan tugas mata kuliah tertentu, dan hari dikumpulkanny tugas masih jauh. Kamu bisa langsung mengerjakan tugas kuliah tersebut setelah setelai melakukan tanggung jawab terhadap bisnis dan organisasimu.
Jika kamu memiliki kebiasaan menunda-nunda, sebaiknya tinggalkan kebiasaan tersebut segera. Karena kamu memiliki waktu yang sangat berharga, yang harus dimanfaatkan sepenuhnya.

Baca Juga : Manfaat Sertifikasi Kompetensi Bagi Mahasiswa
Jangan pula, hanya menjadi seorang deadliner karena hal ini sangat berpotensi membuat pekerjaanmu tidak selesai sesuai yang diharapkan.
Maka dari itu, solusinnya kerjakanlah setiap pekerjaan satu per satu agar dapat memfokuskan diri dan tidak tercampur dengan pekerjaan lain.

5. Disiplin

Disiplin dan juga konsisten dari setiap hal yang kamu rencanakan dan pekerjaan yang dilakukan. Mematuhi jadwal yang telah kamu buat, dan juga  to-do list harian sesuai targetmu. 
Dengan membiasakan diri disiplin dan konsisten, kamu akan menjadi karakter yang dapat membagi waktu dengan baik dalam kondisi apapun. 
Harus berani untuk mengatakan "tidak", ketika mendapatkan ajakan rekan-rekanmu untuk melakukan kegiatan bersenang-senang yang kira-kira dapat mengganggu kegiatan lain yang kamu miliki. 
Bukan berarti kamu harus menghindar dari teman-teman, tetap harus memberikan waktu untuk dapat kumpul bersama teman-teman. Sekalian kamu refreshing dari kesibukan yang telah kamu jalani. 
Tidak hanya dalam organisasi kampus, kamu juga harus berani mengatakan "tidak" jika kamu merasa tidak sanggup mengerjakan tugas tambahan dari organisasimu. 
Daripada hasilnya tidak maksimal dan mengecewakan anggota lain,atau bahkan mengorbankan kegiatan yang sebenarnya tidak menjadi prioritas. Tak ada salahnya untuk menolak ajakan, atau pekerjaan dengan cara yang sopan dan baik. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar