Skip to main content

follow us

Mitos atau Fakta ? Orang Kaya akan Semakin Kaya dan Yang Miskin Akan Tetap Miskin

Mengendarai perahu dengan dayung berukuran besar dan perahu dengan dayung ukuran kecil, jika dinilai secara nalar manakah yang akan lebih jauh untuk mengarungi perairan?

Secara nalar, memang mengendarai perayu dengan dayung berukuran besar akan berakhir lebih jauh dan lebih cepat lajunya. Benar begitu kan?

Bisa jadi begitu, akan tetapi semua itu juga belum pasti.

Faktanya megendari perahu itu tergantung kondisi, apakah pengendara perahu mendayung ke arah yang benar? Seberapa rajin mereka mau mendayungnya, kemudian bagaimana situasi cuaca dan perairan ketika mengendarai perahu?

Yang menjadi pembeda antara kaya dan miskin sebenarnya hanyalah ukuran dayung yang digunakan masing-masing.

Misalnya dengan contoh sederhana saja...

Dua manusia yang saat ini diakui terkaya planet bumi ini yaitu Bill Gates dan Jeff Bezos, mereka berdua lahir dari keluarga yang memiliki kelebihan. 

Kemudian, pada saat mereka memiliki sebuah ide bisnis pada saat mereka masih muda. Tentu mereka mampu mendanai sendiri usaha rintisan yang akan mereka bangun.

Orang tua Jeff Bezos memberikan modal kepadanya $250,000. Saat ini jika dirupiahkan kurang lebih 4 Milyar, tentu akan sangat mudah baginya untuk membuka bisnis barunya. 

Ini tidak bisa diibaratkan Jeff Bezos tidak menggunakan perahu dan mendayung manual, akan tetapi menggunakan mesin powerboat. 

Kemudahan inilah yang mungkin saja tidak dipunyai oleh orang miskin. Andakata mereka memiliki sebuah ide bisnis yang cukup bagus, mereka tidak sanggup mendanai secara mandiri usaha tersebut maupun membangun sendiri bisnisnya. 

Mungkin saja bisa, namun tentunya akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan orang yang memang terlahir dari keluarga kaya. 

Hal ini bisa juga diakali dengan mencari investor yang mau membiayai bisnis yang diinginkanya. Meskipun mendapatkan seorang investor, tentunya secara otomatis membuat kepemilikan saham mereka menjadi berkurang. Inilah yang membuat turunya potensi kekayaan pemilik ide perusahaan di kemudian hari. 

Pada akhirnya dalam kondisi yang kurang lebih sama persis, apabila masing-masing mendayung perahu ke arah yang sama. Tentunya perahu yang memiliki dayung yang lebih besar akan mengarungi perairan lebih jauh dibandingkan dengan perahu yang berukuran kecil. 

Apakah Orang Kaya akan Selalu Semakin Kaya? Tentu Tidak.


Sadari..Bahwasanya banyak juga perahu yang melaju dengan dayung besar tapi menuju ke arah yang salah.

Seorang bintang tinju Mike Tyson pada puncak karirnya memiliki kekayaan US$300 juta, hanya membutuhkan waktu 5 tahun pensiun kemudian bangkrut serta terjebak hutang kurang lebih senilai US$20 juta.

Lagi-lagi, gaya hidup penuh pesta pora membeli mansion dengan biaya operasional yang cukup tinggi, investasi yang ngawur, dan mobil mewah inilah yang membuat kekayaannya dapat amblas dengan cepat. 

Mike Tyson telah mendayung perahunya ke arah yang salah...

Tak peduli seberapa besar dayung yang kita miliki, apabila kita mendayung ke arah yang salah tentu perahu kita tidak akan pernah sampai tujuan. 

Bisa jadi kita akan lupa daratan dan kesasar di perairan yang luas. 

Arah yang benar dan dayung besar juga tidak bisa menjadi jaminan kesuksesan.

Seorang pelautpun pernah terjebak pada siituasi perairan, yang ada kalanya sulit ditebak.

Badai bisa datang kapan saja dan dari arah mana saja, berada pada posisi yang salah dapat mendorong bahkan menenggelamkan perahu yang kita kendarai. 

Banyak pebisnis yang mengalami kebangkrutan dalam mengelola usahanya karena berbagai macam hambatan misalnya saja krisi ekonomi, politik maupun bencana alam. 

Pebisnis sekelas Eka Tjipta pun pernah beberapa kali mengalami masalah kebangkrutan dalam usahanya. 

Memang benar, sebuah dayung raksasa dapat membuat kita lebih mudah dalam mempertahankan posisi kapal kala gelombang melanda. Akan tetapi buka berarti kita dapat selamanya bertahan terhadap badai.

Demikian pula sebaliknya...

Orang miskin pun dapat lebih cepat dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan andai gelombang dapat mendorongnya lebih cepat pada tujuan yang diinginkanya.

Misalnya saja mendapatkan hadiah undian Mini Cooper dari Bukalapak, misalnya.
Dalam kasus yang lebih ekstrim, ada pula orang yang begitu miskin sehingga mereka tak memiliki perahu apalagi sebuah dayung. Mereka harus berpegangan kepada sepotong balok kayu sehingga terombang abing ditengah perairan yang sedang badai.

Seperti Leonardo di Caprio pada film Titanic...

Tidak banyak yang dapat mereka lakukan selain menggunakan tenaganya untuk dapat berusaha berpengangan kuat dan mendayung menggunakan tangan kosong, termasuk sesekali dikelilingi ikan hiu yang kapan saja bisa melahapnya. 

Tidak peduli bagaimana rajinya mereka mendayung, meskipun arah yang menjadi tujuanya sudah benar sekalipun. Mereka seakan hanya dipermainkan terombang-ambing oleh ombak perairan yang menanggapi dengan dingin. 

Pada waktu inilah, mereka sangat membutuhkan bantuan orang lain...




Memiliki dayung yang besar, apalagi memiliki kapal dengan motor super jet, akan mempermudah kita mencapai tujuan. Memiliki sebuah dayung kecil, maka dari itu kita harus mendayung lebih kuat, lebih cerdas, lebih rajin, dan menentukan arah yang benar. 

Akan tetapi faktor ukuran dayung itu saja masih belum cukup, menjadi ukuran...

Badai bisa datang kapan saja...

Source Image : Pixabay.com

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info