Skip to main content

follow us

Suasana Pendaftaran Mudik Gratis Gor Bulungan Jakarta Selatan Terkendala Printer Rusak, Miskom Vendor dan Panitia

Ini pengalaman pertama saya dan teman-teman ikut pendaftaran mudik gratis bus kementerian perhubungan di Gor Bulungan, Jakarta Selatan.

Di hari pertama saya mendaftar, suasana antrian pendaftaran offline maupun verifikasi bagi yang mendaftar online pun terlihat ramai.

Setelah mengantri cukup lama, di hari pertama ini saya membawa formulir bukti pendaftaran online ke petugas verifikasi pendaftaran yang sudah saya cetak. Namun karena ini pengalaman baru bagi saya dan teman-teman 20 peserta mudik dari jakarta timur, jadi kami melihat suasana pendaftaran ini terlihat normal. Kami baru menyadari sesuatu, dibawah ini kondisi pendaftaran mudik pada bulan April 2018.

Tidak Ada Kejelasan Tugas di Masing-masing Meja

Meja masing-masing petugas mudik tidak ada tulisan meja untuk verifikasi, cetak, daftar. Saya harus bertanya-tanya kepada para pendaftar lain yang sama-sama kebingungan.

Pada akhirnya saya memaksa masuk ke dalam ramainya antrian peserta mudik lainya dan bertanya kepada petugas "Mas, untuk verifikasi sebelah mana?" 

Petugas menjawab,"Sebelah sana mas di meja tengah?"
Saya tanya balik,"Yang mana mas, ada 2 meja di tengah itu?"
Petugas menjawab,"Itu hlo mas yang sama mbak-mbak berkerudung"
Saya jawab balik dengan mengucapkan,"Terima kasih mas"

Saya pun langsung memaksa badan keluar dari ramainya antrian calon peserta mudik. Sambil mengatakan,"Permisi-permisi pak, buk numpang lewat" 

Tapi tak habis fikir, kenapa meja panitia pendaftaran mudik kosong tanpa ada keterangan tulisan tugas masing-masing panitia mudik? 

Daripada mikirin itu mending saya mengantri di meja verifikasi sesuai arahan panitia di meja sebelumnya. Akhirnya saya menyerahkan formulir pendaftaran mewakili teman-teman dengan melampirkan persyaratan verifikasi.

Disini sudah mulai lega, info dari mbak-mbaknya tuh pendaftaran saya dan teman-teman sudah di verifikasi di sistem (web aplikasi) dan hanya perlu mencetak di bagian petugas pencetakan tiket. 

Saya tertegun ketika diarahkan mbaknya yang verifikasi pendaftaran ke meja percetakan tiket. Karena antrian banyak, dan hanya 1 printer yang beroperasi. Gila..gila..gila..

Saya tanyakan ke mbaknya,"Mbak kenapa gak print meja sebelah?"
Mbaknya menjawab,"Yang sebelah sana kehabisan tinta mas"

Saya tahu diri juga sih, wung ikut mudik gratisan jadi ya sabar aja. Akhirnya saya mengambil nomor antrian dan duduk sambil minum air mineral.
Namun ada pengumuman bahwa printer yang digunakan rusak, dan tidak dapat mencetak tiket. Mungkin karena kelelahan, sudah mencetak ratusan tiket dalam sehari. 

Hari Ke-2 Untuk Antri Pencetakan Tiket Mudik

Pada intinya hari kedua ini hasilnya sama, ketika sudah hampir mendekati antrian pencetakan tiket mudik printer mengalami kerusakan. 

Hari Ke-3 Kembali Lagi Untuk Mengantri

Saya dan teman-teman masih tetap sabar kembali untuk ikut mengantri cetak tiket. Untuk yang kesekian kalinya printer mengalami kerusakan lagi. Pada waktu itu juga antrian dibubarkan. Antri dari pagi hingga sore, tak membuahkan hasil.

Ini kesekian kalinya saya dibuat kecewa. Karena sudah lama-lama mengantri hingga sore hari, namun hasil yang didapat mengecewakan. 

Pada akhirnya saya ngobrol dengan salah satu panitia, bagaimana baiknya untuk kendala semacam ini. Panitia membuat keputusan, untuk antrian pada hari ini formulir dikumpulkan dan nanti akan mereka cetak di kantor. Beliau memberikan nomernya untuk berkoordinasi ketika tiket sudah tersedia.

Sekedar cerita saja, saya dan teman-teman dari cipayung ke Gor Bulungan, Jakarta selatan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.  Pulang pergi paling tidak 2 jam perjalanan.

Dalam benak saya, untung saya ini muda dan masih kuat untuk berkendara berhadapan dengan kemacetan. Bagaimana jika ada calon peserta mudik yang udah tua gitu ingin ikut mudik gratis, dan harus pulang pergi ke Gor Bulungan, Jakarta Selatan seperti saya dan teman-teman? 

Ini yang harusnya menjadi pelajaran bersama untuk panitia mudik gratis selanjutnya. Hal pa saja yang perlu dipersiapkan matang-matang sebelum hari ditetapkanya penerimaan pendaftaran calon peserta mudik gratis. Agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi. 

Hari Ke-4 Pengabilan Tiket

Setelah berkoordinasi dengan panitia mudik via whatsapp, saya dan teman-teman kembali lagi ke Gor Bulungan, Jakarta Selatan. Namun petugas mengatakan formulir yang sudah terverifikasi tidak ada. 

Petugas cetak mengatakan,"Formulir bapak tidak ada, dulunya dikasih kesiapa?"
Saya mewakili teman-teman menjawab,"Kami berikan pada panitia F" 
Petugas cetak menyarankan,"Coba bapak koordinasikan dengan beliau, karena yang mengurus pendaftaran dengan beliau"

Dari sini saya menilai, kok ada yang aneh. Bukanya mereka ini satu tim kok saling lempar. Harusnya koordinasi dengan yang bersangkutan kan bisa. Kok ini malah saling lempar ini itu. Ternyata disini ada vendor-vendor gitu. Saya juga baru ngeh..

Saya dan teman-teman calon peserta mudik lain, bolak balik 6 kali ke Gor Bulungan hanya untuk kepastian tiket. Jika dadapat tiket ya, alhamdulillah bisa mudik bareng, kalo panitia bilang udah gak bisa cetak ya kami terima-terima aja.

Hasil koordinasi dengan panitia F. Katanya akan di cek ke Gor Bulungan, karena di sistem sudah verifikasi seharusnya bisa di cetak.

Dari hasil koordinasi itu pula kami sudah berpasrah karena melihat-lihat tiket online lain pun sudah habis. Mungkin kami akan menggunakan transportasi berbayar saja, kan bisa sama-sama juga mudiknya.

Seharunya jika kami bisa mengikuti mudik gratis tahun ini, ada bahan untuk berbagi pengalaman bagaimana proses mudik gratis itu. Agar teman-teman lain yang belum pernah mencobanya, mengetahui prosesnya

Namun inilah cerita kami di pendaftaran mudik gratis bus bersama kementerian perhubungan. Bagaimana cerita teman-teman di daerah lain? Semoga tidak mengalami kendala yang sama.

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info