Skip to main content

follow us

Begini Cara Menghitung Zakat dari Hasil Investasi di Reksa Dana

Berbagi makna hidup dalam bentuk sedekat atau zakat penghasilan, rupanya tidak hanya di implementasikan oleh sebagian besar umat muslim. Bisa kita contoh Robert T. Kiyosaki seorang milyader terkaya di dunia itu pun, memiliki prinsip hidup "the more you give, the more you receive" semakin banyak kita memberi (berbagi) semakin banyak pula kita akan menerima.

Kiyosaki telah menyumbangkan hartanya untuk berbagai kegiatai amal serta untuk pengembangan teknologi energi yang terbarukan. Baginya kegiatan amal ini sangatlah penting karena ia memiliki kepercayaan bahwa seluruh kekayaan yang dimilikinya tersebut adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan kekayaan tersebut sudah seharusnya menjadi bagian dari hak-hak orang yang lebih membutuhkan.

Bagi umat muslim, menyisihkan penghasilan atau harta yang dimiliki untuk berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan disebut dengan sedekah ataupun zakat.

Dengan berzakat berbarti kita telah mengeluarkan harta yang sudah seharusnya menjadi hak orang yang lebih membutuhkan. Selain itu, zakat juga memberikan banyak manfaat seperti mensucikan harta dan jiwa dari sikap angkuh dan kikir. Berzakat juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan juga memberkahkan harta.

Berzakat baik yang dilakukan pada hari biasa atau biasa disebut zakat penghasilan. Atau kegiatan berzakat yang dilakukan pada saat bulan ramadhan. Lebih banyak orang memilih untuk berlomba-lomba bersedekah di bulan ramadhan. Karena pada bulan inilah, bulan yang lebih istimewa dibandingkan bulan-bulan lainya. Segala amal perbuatan yang baik akan dilipatgandakan, segala kesalahan dosa-dosa akan dileburkan.

Lantas, bagaimanakan jika harta kita dalam bentuk investasi reksa dana apakah juga memiliki kewajiban zakat?

Menurut Teuku Zulkarnain, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai orang muslim, selain memiliki kewajiban untuk membayar zakat penghasilan yang biasa disisihkan perbulanya 2,5 persen dari penghasilan rata-rata, terdapat pula kewajiban zakat harta (zakat mal). Besar kewajiban membayar zakat ini jumlahnya 2,5 persen dari total harta apabila telah mecapai bahkan melampaui haul dan nishab harta.

"Apabila seseorang telah memiliki pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, makan penempatan investasi harta khususnya dalam bentuk investasi seperti hal nya reksa dana, maka sudah seharusnya terdapat kewajiban zakat yang harus dikeluarkan. Dengan catatan, harta dalam bentuk investasi tersebut telah mencapai haul dan nishabnya sebesar 2,5 persen," penjelasan Teuku Zulkarnain.

Pengertian Haul

Haul merupakan jangka waktu pada saat memiliki harta yang menjadi obyek wajib zakat, misalnya kepemilikan harta tersebut sudah 1 tahun lebih.

Pengertian Nishab

Merupakan batas minimal dari kepemilikan nilai harta yang wajib dikeluarkan zakatnya yaitu memiliki jumlah harta berupa emas yang memiliki berat 82,5 gram emas atau jika diuangkan setara dengan Rp. 53,3 juta (sesuai harga emas Antam pada tanggal 24 Mei 2018)

Sehingga dalam konteks reksa dana, apabila total keseluruhan harta investasi berkembang dalam bentuk investasi kurang dari nishab tersebut maka kita tidak memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakat mal setiap tahunnya. 

Teuku Zulkarnain menambahkan, kita sebenarnya dapat mengeluarkan zakat harta ini kapan saja. Namun akan lebih bagusnya jika dapat mengeluarkan zakat harta pada bulan ramadhan. Sebab pada bulan ramadhan inilah kewajibab membayar zakat yang dikeluarkan, akan berlipat pahala dan berkahnya. 

Adapun seorang Financial planner syariah, Ahmad Gozali, memberikan penjelasan bahwa reksa dana merupakan obyek zakat harta. Karena pada instrumen investasi inilah harta simpanan dapat berkembang. 

Cara yang tepat untuk menghitungnya adalah dengan melakukan perhitungan seluruh aset investasi yang telah dimiliki, termasuk reksa dana, emas saham, atau deposito. Jika nilai ini telah mencapai batas nishab, maka kita memiliki kewajiban untuk membayar zakat 2,5 persen dari total keseluruhan investasi yang kita miliki tersebut. 

Perhitungan pembayaran zakat ini dilakukan setahun sekali, misalnya saja pada bulan penuh berkah di bulan ramadhan. Sebagai contoh, si fulan telah memiliki tabungan deposito senilai Rp 30 juta di bank, kemudian memiliki emas 10 gram atau memiliki nilai kurang lebih Rp 5,44, dan memiliki harta kekayaan dari reksa dana senilai Rp 30 juta.

Total aset investasi yang dimiliki fulan adalah Rp 65,44 juta, sehingga total kewajiban zakat yang harus dikeluarkan 2,5 persen yaitu Rp 1,63 juta. 

Jadi selain berinvestasi di dunia, mari kita juga berinvestasi untuk akhirat. 

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info