Skip to main content

follow us

Cermati Risiko Berinvestasi di Reksa Dana

Berinvestasi reksa dana selain memiliki keuntungan, juga ada risiko yang perlu dicermati sebelum berinvestasi. Namun untuk risiko investasi reksa dana ini tergolong kecil dibandingkan dengan berinvestasi saham.

Namun untuk investasi reksa dana lebih besar dibadingkan jenis investasi lain seperti halnya emas, produk deposito, ataupun produk properti. Nah teman-teman ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan terkait kelemahan atau risiko berinvestasi reksa dana, sebagai berikut:

1. Risiko Penurunan NAB (Nilai Aktiva bersih)

Penurunan nilai atau harga ini disebabkan karena harga pasar instrumen investasi mengalami penurunan dibandingkan pada harga awal pembelian lembaran reksa dana.

Penurunan harga atau nilai reksa dana ini bisa disebabkan oleh banyak hal, yaitu kinerja bursa saham yang menurun, kinerja emiten menurun, maupun adanya situasi politik dan ekonomi negara yang tidak stabil, serta beberapa faktor pendukung lainya.

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merupakan risiko investasi yang timbul karena pembayaran hasil penjualan kembali unit reksa dana tidak dapat di bayarkan oleh manajer investasi. Jika aset dalam portfolio reksa dana tidak likuid atau bisa dikatakan susah di cairkan, maka akan sulit bagi manajer investasi dalam menjual kembali portfolio reksa dana dalam waktu yang singkat. 

Hal tersebut menyebabkan hasil penjualan investasi kepada investor menjadi tertunda. Selain itu apabila terjadi force majeure, penjualan kembali unit penyertaan reksa dana juga dapat di hentikan sementara. 

Adapun kejadian lain yang dapat terjadinya likuiditas. Misalnya para pemegang unit reksa dana melakukan penarikan dana dalam jumlah yang besar dalam waktu yang sama sehingga MI mengalami rush. Biasanya hal ini terjadi apabila situasi politik maupun ekonomi negara memburuk, sehingga terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten, bahkan dilikuidisinya MI sebagai pengelola utama reksa dana. 

3. Risiko Pasar

Risiko pasar dapat terjadi ketika harga instrument investasi megalami penurunan, salah satu penyebab penurunan ini karena kinerja pasar saham turun secara drastis. 

4. Risiko Default

Risiko ini terjadi apabila manajer investasi membeli obligasi milik emiten yang ternyata mengalami kesulitan finansial, padahal sebelumnya perusahaan tersebut masih produktif dan kondisi keuanganya baik-baik saja. Hal ini mengakibatkan pihak emiten terpaksa tidak dapat melunasi kewajibanya. 

Yang Seharusnya Dipertimbangkan Sebelum Berinvestasi Reksa Dana

Mengingat serta memahami risiko investasi reksadana yang dapat hadir kapan saja, ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan menjadikan reksa dana sebagai pilihan berinvestasi, antara lain :
  1. Disarankan untuk melakukan atau membuat porfolio investasi reksa dana minimal 3 tahun, supaya investor dapat menikmati keuntungan atau return yang lebih baik. Namun jika ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu dekat, sebaiknya buat porfolio investasi kurang dari 3 tahun, memilih alternatif investasi reksa dana lain seperti halnya reksa dana pendapatan tetap ataupun investasi deposito.
  2. Jangan lupa untuk menanyakan beberapa biaya Administrasi yang dibebankan kepada investor, karena manajer investasi memiliki tarif jasa dengan kebijakan masing-masing. Secara umum tarif biaya administrasi kisaran 0-2% per transaksi.
  3. Sebagian besar bank merupakan agen reksa dana, namun sayang tidak semua produk reksa dana tersedia di bank. Maka dari itu, sebagai pelaku invetasi yang cermat kenali dan pahami produk reksa dana yang akan Anda beli. 
  4. Jangan beraganggapan bahwa reksa dana tidak berisiko. Selalu pertimbangkan risiko untuk mendapatkan return yang baik dari keputusan yang telah Anda pilih. 

Reksa Dana Merupakan Pilihan Alternatif Berinvestasi

Bisa diakatakan, bahwasanya investasi reksa dana merupakan alternatif dari sekian banyak media investasi yang cukup bagi pemilik modal terbatas. Ini adalah investasi yang paling merakyat. 

Ketungan dari produk investasi reksa dana ini adalah nilai risiko yang jauh lebih rendah, serta terdapat manajer investasi yang akan senantiasa memantau serta mengelola dana investor untuk mendapatkat return yang baik serta menekan risiko yang dihadapi.

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info