Skip to main content

follow us

5 Tips untuk Karyawan Agar Terhindar dari Lilitan Hutang yang Tidak Baik



Orang tua saya pernah memberikan nasehat bahwa manajemen keuangna itu perlu. Sebaiknya jangan membiasakan diri untuk berhutang, meskipun itu sedikit. Karena kebiasaan berhutang, akan terasa dampaknya ketika hutang itu mulai bertambah banyak.

Ketika dewasa saya mulai mempertimbangkan arti sebuah hutang. Hutang itu ibarat pedang bermata dua, yang sewaktu-waktu dapat membunuh kita. Kecuali jika pemanfaatan hutang dengan cara yang tepat, maka akan menjadi sangat bersahabat dengan Anda.

Mungkin inilah makna dibalik nasehat orang tua saya. Pengelolaan keuangan pribadi dengan cara yang tepat dan baik agar terhindar dari hutang.

Bagaimana cara untuk terhindar dari hutang? Berikut ini tips yang bisa Anda coba agar terhindar dari lilitan hutang yang sangat tidak sehat untuk keuangan Anda.

Membuat Daftar Pengeluaran Harian

Dulu ketika pertama kali saya bekerja di perusahaan swasta Jakarta. Saya tidak memikirkan berapa pengeluaran hari ini, apa yang sebenarnya kebutuhan mendesak hari ini?

Inilah kesalahan pertama yang pernah saya lakukan. Ketika saya menyadari dan mengingat nasehat dari orang tua. Saya mencoba untuk menghitung setiap pengeluaran harian yang saya lakukan, kemudian saya bukukan dalam bentuk laporan bulanan. Sehingga saya tahu kemana uang yang saya gunakan. 

Bagi Anda yang tidak mencacatan pengeluaran harian, tentu akan bertanya-tanya. Kok uang saya cepat habis ya, saya gunakan apa saja bulan ini? Sangat sederhana bukan, untuk mencatatan dana harian yang Anda keluarkan. 

Mengurus biaya kecil, lubang kecil bisa menenggelamkan perahu. Hal yang sama berlaku dengan uang, biaya kecil dapat tenggelamkan Anda menjadi lautan hutang. 

Bukan mencari cara untuk bagaimana cara menyimpan uang dengan baik, tetapi lebih baik untuk mengetahui bagaimana Anda menghabiskan uang itu sendiri.

Menghindari Pengeluaran yang Tidak Perlu

Salah satunya kebiasaan merokok dikalangan karyawan. Ini sebenarnya pengeluaran yang sangat tidak perlu, justru hanya menambah beban pengeluaran harian. Apalagi beresiko meningkatkan pengeluaran di lain hari.

Kenapa ini bisa terjadi? Karena rokok merupakan sumber penyakit. Memungkinkan seseorang yang mengkonsumsi rokok kemudian sakit, dan terpaksa untuk membeli jaminan kesehatan karena sakit yang dideritanya. 

Jika kita dapat meminimalisir pengeluaran dana untuk rokok, maka kita dapat mengalokasikan keuangan kita untuk menabung tentunya dalam bentuk investasi hari tua. 

Jangan Asal Gesek Kartu Kredit

Penilaian saya dulunya kalo punya kartu kredit terlihat keren bisa gesek sana sini, saya sendiri pernah berkeinginan memiliki kartu kredit. Namun teman saya berbagi pengalaman memiliki kartu kredit. Sahabat saya ini tinggal di Kota Timika, pernah menasehatkan saya untuk tidak memiliki kartu kredit. Karena beban biaya pengeluaran akan bertambah besar. 

Pengalaman dari teman saya pernah membeli peralatan rumah tangga. Beliau menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk melunasi hutang dari kartu kredit tersebut selama 3 tahun. 

Saya bersyukur mendapatkan pengalaman terbaik ini. Jika bisa Anda tidak perlu memiliki kartu kredit, sehingga dapat meminimalisir sifat konsumtif. 

Perlu Anda ketahui bahwa kartu kredit umumnya memiliki bunga diatas 2,5% dan beberapa biaya administrasi tambahan. Apalagi jika Anda terlambat membayar cicilan, maka akan dikenakan biaya berbunga bunga. Inilah sebuah kartu yang membuat teman saya dililit hutang. Jadi keputusan Ada ditangan Anda. 

Pikirkan Secara Matang Sebelum Anda Berhutang

Menyadari bahwa utang itu suatu hal yang tidak baik, namun jika memang terpaksa, Anda bisa meminjam beberapa Bank yang menyediakan pinjaman tanpa angunan untuk karyawan kontrak dan tetap.

Namun perlu diingat pula, sesuaikan kemampuan membayar hutang dengan jumlah yang dana yang sebenarnya Anda perlukan dari pendapatan bulanan Anda. Jika bisa, usahakan berhutang maksimal 30% dari gaji Anda. Dengan begitu, memungkinkan Anda dapat melunasi cicilan setiap saat. 

Mengelola Gaji Anda dengan Baik

Pertanyaan yang perlu anda renungkan, yaitu berapa gaji bulanan Anda saat ini? Apakah sudah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari dengan keluarga?
Pendapatan serta pengeluaran masing-masing keluarga pasti berbeda. Akan tetapi mengelola gaji seseorang sebenarnya sama saja. Konsep yang paling penting adalah mengalokasikan kebutuhan dasar yang rutin Anda keluarkan sebagai alokasi terbesar yang perlu diutamakan. 

Anda dapat mengimplementasikan pengelolaan gaji dengan pola 50:30:20 untuk mengelola gaji yang Anda terima setiap bulanya.  50% untuk pengeluaran utama atau pengeluaran wajib setiap bulan, 30% merupakan dana darurat, 20% untuk investasi saham, properti, ataupun reksadana. 

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar