Skip to main content

follow us

Keputusan Tepat dan Cepat Terbebas Dari Hutang Kartu Kredit


Ini mungkin akan membuat teman-teman yang ingin punya kartu kredit, akan berfikir sekian kali. Karena kartu kredit bukanlah kartu sakti yang digunakan untuk bergaya saja. Kalo ndak mampu mengelola dengan baik, sebaiknya lupakan keinginan memiliki kartu kredit. Kali ini saya akan berbagi pengalaman menarik keputusan tepat dan cepat terbebas dari hutang, narasumbernya teman dekat saya sendiri.

Teman saya seorang pengguna kartu kredit. Menceritakan bagaimana awalnya dia mendapatkan tawaran kartu kredit dari salah satu bank swasta di Indonesia, dan ia menerima tawaran tersebut.

Awalnya ia berfikir bahwa memiliki kartu kredit dapat memudahkannya untuk berbelanja kebutuhan dengan mudah, tanpa memperhitungkan isi dompetnya saat itu apakah mampu untuk membayar kebutuhan dari pembelanjaan kredit "yang penting ada kartu sakti, belanja kapan saja dan dimana saja".

Menggunakan kartu kredit sama saja dengan berhutang, dan memiliki resiko tinggi jika terjadi keterlambatan pembayaran sehingga tagihan berbunga-bunga. Memang benar, jika berhutang merupakan solusi ketika seseorang mengalami masalah keungan.

Namun ternyata kebiasaan berhutang jusrtu akan menjadi bumerang bagi si peminjam, yang lalai tanpa memperhitungkan resiko sebelum memutuskan untuk berhutang. Tidak memikirkan apakah pembelanjaan yang ia lakukan benar-benar kebutuhan mendesak atau sekedar ingin membelinya.

Dalam hal ini tentu kita tidak dapat menilai bahwa hutang sebuah pilihan yang buruk, karena bisa jadi dengan berhutang merupakan satu-satunya pilihan yang harus diambil.

Jika Anda termasuk ke dalam golongan orang yang sedang terlilit untang dan ingin cepat mengatasinya, maka perlu mencoba beberapa keputusan yang tepat dan cepat terbebas dari hutang berdasarkan pengalaman pribadi teman saya.  Berikut adalah langkah yang ia ambil untuk melunasi setiap hutangnya, sehingga finansialnya kini telah berubah menjadi lebih baik lagi.

Memprioritaskan Untuk Menlunasi Hutang dengan Bunga yang Tinggi Terlebih Dahulu

Hutang dari bank, terutama kartu kredit yang memiliki bunga cukup tinggi tentu akan mencekik si peminjam dana. Maka dari itu, harus memiliki prioritas utama serta memastikan untuk melunasi hutang yang Anda miliki dengan nilai bunga tinggi terlebih dahulu. 

Hal ini tentu membutuhkan perjuangan ekstra, dengan melakukan beragam penghematan demi melunasi hutang bank tersebut. 

Melunasi hutang dengan bunga tinggi bukan berarti Anda boleh mengabaikan hutang yang lain. Jika dana yang masih cukup, segera lunasi juga hutang yang lainnya. 

Ini menjadi keputusan pertama teman saya, agar dapat segera terbebas dari hutang bank dan menutup layanan kartu kreditnya. Dengan cara memprioritaskan hutang dengan bunga tinggi tersebut.

Mengevaluasi Pemasukan dan Pengeluaran 

Melakukan pengecekan sejumlah tagihan yang harus di bayar dengan dengan penghasilan atau gaji bulanan. Memperhatikan setiap detail pengeluaran dari hal yang besar hingga hal-hal yang paling kecil sekalipun. 

Dengan cara ini mungkin Anda sendiri akan kaget melihat beberapa anggaran bulanan yang sebenarnya tidak cukp penting, namun memiliki porsi pengeluaran yang besar. Jika memang Anda menemukan kebutuhan yang memberatkan tersebut, segera lakukan evaluasi dan menghapus beberapa anggaran yang tidak terlalu dibutuhkan tersebut. 

Penghematan yang dilakukan teman saya yaitu rokok. Seingat saya dulu ia cukup jarang membeli rokok di warung. Dengan cara ini, ia bisa mengalokasikan anggaran rokok untuk pelunasan hutang kartu kredit. 

Membuat Anggaran dan Mulai Melunasi Hutang Anda

Ketika sudah cukup melakukan evaluasi pemasukan, mulai bagi Anda untuk melunasi hutang satu per satu. Menghilangkan kebutuhan yang tidak perlu, tentu tidak akan membuat Anda meringankan beban Anda.

Misalnya Anda mengkonsumsi rokok, suka hiburan karaoke, namun ternyata kebiasan tersebut menghabiskan banyak biaya. Hal-hal seperti itu wajib untuk Anda kurangi.

Berpikir Cerdas dalam Berbelanja

Selama berada dalam menjalankan misi pelunasan hutang kredit tersebut, maka Anda juga wajib untuk mulai memperhitungkan dan lebih cerdas dalam membelanjakan uang. 

Sebagai contoh, ketika pergi ke kantor Anda rutin membeli makanan sarapan serta makan siang dengan estimasi biaya Rp. 20 ribu hingga Rp 40 ribu. Untuk melakukan penghematan uang, sebenarnya Anda bisa juga dengan membawa bekal dari rumah pada saat akan pergi ke kantor. 

Memastikan Pengeluaran bulanan Anda lebih Sedikit ketimbang pemasukan. 

Ketika pengeluaran bulanan lebih besar dari pemasukan, bisa dikatakan Anda telah gagal menjalankan misi penghematan untuk melunasi hutang. 

Menurut beberapa teori perencana keuangan, total pengeluaran seseorang untuk biaya rutin bulanan tidak boleh dari sepertiga penghasilan bulanan. Karena sisa 2/3 dari pemasukan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembayaran asuransi, investasi, tabungan dan sebagai simpanan dana darurat. 

Jangan sampai Menunda Pembayaran

Apabila Anda telah memiliki persediaan anggaran untuk melunasi hutang, maka sebaiknya Anda segera melakukan pembayaran. 

Percaya atau tidak, menunda pembayaran hutang memiliki resiko tinggi. Karena bisa saja Anda tergiur untuk membelanjakan anggaran tersebut untuk hal lain. 

Mengingat bahwa anggaran tersebut bukan termasuk pengeluaran anggaran belanja bulanan. Sebaiknya jika anggaran untuk melunasi hutang tersebut telah tersedia, maka anggaplah dana tersebut tidak pernah ada, sehingga diri anda sendiri tidak memiliki hasrat untuk membelanjakanya.  Ingat juga, bahwa keterlambatan pembayaran hutang, juga menimbulkan denda yang berbunga-bunga. 

Disiplin demi Tercapainya Target 

Memastikan bahwa ketika dalam misi pelunasan hutang, Anda tidak mengambil hutang di tempat lain. Istilahnya gali lobang tutup lobang, berhasil menutup lobang satu lobang masih Ada. Sehingga terus menerus akan berurusan dengan hutang-hutang lain. 

Jika Anda memiliki keputusan tersebut, bisa dikatakan motivasi untuk melunasi hutang Anda telah menurun. Apabila memang memiliki kebutuhan yang mendesak dan tidak ada pilihan lain, maka perlu Anda pertimbangkan untuk berutang lagi atau melakukan sedikit pengorbanan dengan mengurangi beberapa anggaran bulanan. 

Jika memang benar, kebutuhan tersebut bisa diatasi dengan sedikit berkorban, maka sebaiknya pilihan tersebut dapa di jadikan pilihan. 

Jangan Memikirkanya Setiap Waktu

Memikirkan perjuangan Anda selama menjalankan misi pelunasan hutang tentu sah-sah saja. Namun jika bisa jangan memikirkan hal tersebut setiap waktu, karena dapat membuat anda menjadi tertekan.

Ingatlah, bahwa Anda telah merencakan misi pelunasan hutang dari awal dan berusaha menjalankan setiap rencana. Berfikir positif, jika berhasil mengikuti semua rencana awal tersebut semua akan baik-baik saja. 

Melatih Diri Anda untuk Tidak Mudah Berhutang

Apabila semua telah berjalan sesuai rencana, tidak memiliki hutang. Sebaiknya jadikan hal ini pelajaran berharga untuk tidak mudah untuk berhutang. Mulai mengelola keuangan dengan baik, sehingga memungkinkan kita terhindar dari situasi besar pasak dari pada tiang. 

Karena hutang tetaplah hutang. Sewaktu-waktu dapat menjadi beban tersendiri dilain hari yang membuat seseorang menjadi tidak nyaman dalam menjalani hidup. 

Ini adalah pelajaran berharga yang teman saya berikan kepada saya pribadi. Terlihat wajahnya kini mulai berbinar-binar karena sudah terbebas dari jeratan hutang kartu kredit. Semoga dari pengalaman berharga tersebut, dapat bermanfaat bagi Anda. 

Yang Kamu Suka:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info